Cara Bantu Anak Menyadari Rokok Itu Tidak Sehat

333

PERCIKANIMAN.ID – – Perilaku merokok yang sudah begitu membudaya di Indonesia secara langsung telah berdampak secara psikologis pada anak. Tak sedikit anak yang masih berusia dini sudah mengenal dan menghisap rokok. Selain peraturan yang longgar dari pemerintah tentang bebasnya penjualan rokok juga secara tidak langsung didukung sikap acuh dari masyarakat terhadap perokok.

Kondisi ini yang menempatkan Indonesia menjajadi salah satu negara terbesar dengan jumlah perokok aktif di dunia. Tentu ini bukan suatu kabar yang menggembirakan, sebaliknya menjadi keprihatinan bersama. Untuk itu masyarakat dapat berperan akti dan mencegah bertambahnya perokok pemula khususnya di kalangan anak dan remaja. Dihimpun dari berbagai sumber berikut langkah yang dapat  dilakukan orangtua agar anak dapat menyadari sejak dini bahwa rokok merokok itu tidak sehat:

alquran muasir
  1. Komunikasi dengan anak

Kalangan psikolog klinis mengungkapkan upaya memproteksi anak dari lingkungan perokok kuncinya adalah pada komunikasi orang tua dan anak. Dalam keluarga, dari orang tua harus lebih dulu memiliki komitmen yang kuat.  Sebelum menjelaskan ke anak merokok itu sesuatu yang buruk, maka orangtua juga harus punya komitmen. Orangtua ya, tidak merokok.

  1. Jangan dulu menakuti.

Usia remaja cukup rentan meniru kebiasaan merokok pada orang dewasa. Lucia mengatakan, pada usia remaja, ada kecenderungan anak melihat merokok sebagai sesuatu yang keren. Tak jarang itulah yang membuat mereka tertarik untuk mencoba merokok agar dianggap keren dan bisa menjadi idola. Upaya memproteksi anak dari bahaya merokok, tidak tepat jika dilakukan dengan cara menakut-nakuti, terutama jika itu dilakukan pada remaja.

  1. Beri ruang ia untuk berpendapat.

Pada usia remaja, anak masih dalam proses mencari jati diri dan orangtua mestinya membantu menemukan jati diri mereka. Orangtua tidak perlu langsung marah ketika terlanjur mendapati anaknya merokok. Beri ruang untuk anak menjelaskannya.

kalender

Ajak anak berkomunikasi dan bertukar pendapat, yakni dengan tidak langsung memberikan penilaian negatif tentang rokok pada anak.

Orangtua harus mendengarkan dulu penilaian anak tentang rokok. Bagaimana rokok itu menurut mereka. Kalau sudah ada penolakan dari penilaian mereka tentang rokok, maka orang tua tinggal menguatkan pemikiran mereka. Bantu anak menjadi idola tanpa harus mengikuti tren merokok.  [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment