Tips Menunaikan Ibadah Haji dengan Gaji UMR

330a

PERCIKANIMAN.ID – – Momen ibadah haji baru saja berlalu bahkan masih ada beberapa jamaah yang masih berada di tanah suci. Bagi seorang muslim dapat menunaikan ibadah haji adalah adalah sebuah kewajiban meski baru sebatas niat namun niat tersebut harus dimiki. Menunaikan Ibadah Haji merupakan impian bagi semua umat Muslim. Namun, guna merealisasikannya, tentu harus disiapkan biaya ke Tanah Suci, karena tidak sedikit dana yang harus disiapkan. Tak pelak, masih ada yang kesulitan memenuhinya demi bisa menjalankan rukun Islam kelima ini, terutama para karyawan yang memiliki gaji sesuai upah minimum regional (UMR).

Lantas, bagaimana kiat menabung untuk naik haji bagi Anda yang memiliki gaji sesuai UMR?. Perencana Keuangan, Andy Nugroho mengatakan naik haji dengan gaji UMR pasti butuh usaha yang lebih gigih guna merealisasikannya. Sebab, mengingat dana yang dibutuhkan cukup besar. Andy menerangkan, besarnya biaya haji bervariasi tiap daerah embarkasi. Akan tetapi, jika dirata-rata tahun ini adalah sebesar Rp35 juta. Namun sebagai prioritas pertama jumlah yang harus Anda penuhi adalah sebesar Rp25 juta dahulu sebagai syarat untuk bisa mendaftar dan mendapatkan nomer antrian.

alquran muasir

“Nah sambil menunggu antrian berangkat yang bisa sampai 20 tahun itulah kita kejar untuk pelunasannya,” ucapnya seperti dilansir Okezone belum lama ini.

Membuka tabungan haji adalah wajib sifatnya untuk saat ini, karena memang persyaratannya adalah seperti demikian. Menurut Andy, untuk semakin memaksimalkan pertumbuhan nilai uang yang Anda kumpulkan, maka harus dibantu dengan instrumen investasi lainnya.

“Bisa itu dengan logam mulia, reksa dana syariah berbasis pasar saham atau campuran, ataupun instrumen lainnya,” katanya.

kalender

Dari penghasilan rutin Anda, besaran yang disisihkan idealnya adalah sebesar 10 persen. Bila memang memungkinkan, ditambah akan lebih baik terutama dari pos kesenangan pribadi. Misalnya Anda bisa menyingkirkan lebih dulu keperluan yang dirasa tidak penting seperti jalan-jalan, belanja, ataupun kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya hanya menghamburkan uang. Bila itu bisa ditahan, maka semakin cepat Anda bisa mendaftar dan mendapat nomer antrian untuk naik haji.

“Selain itu apabila ternyata dari tempat kerja kita mendapatkan bonus ataupun penghasilan tambahan lainnya, jangan lupa juga untuk disisihkan demi menambah tabungan haji tersebut,” tukasnya.

Sementara itu dikutip dari Tabloid NOVA No. 832/XVI, ada tiga kondisi kesiapan finansial seseorang dalam melaksanakan ibadah haji.

Kondisi pertama, sudah tersedia dana sebesar Rp. 25 sampai dengan Rp. 30 juta. Kalau saat ini Anda sudah memiliki uang sebesar Rp. 25 sampai dengan Rp. 30 juta, tidak ada alasan lagi menunda beribadah haji. Anda tinggal menempatkan saja uang tersebut ke produk-produk investasi yang aman sambil menunggu periode haji yang akan dating. Atau agar uang aman, Anda bisa memasukkan uang tersebut ke bank syariah untuk mendapatkan bagi hasil. Di bank syariah, uang yang Anda masukkan juga tidak akan berkurang. Dengan demikian, kalaupun kelak ONH naik karena inflasi, investasi Anda juga bisa tetap mengikuti kenaikan tersebut.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment