Shalat Dhuha, Harus Dua Rakaat atau 12 Rakaat Nonstop?

shalat, sujud

Pak Aam, ustadz saya pernah bilang kalau shalat dhuha itu minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat tetapi cara melaksanakannya harus langsung 12 rakaat. Kalau enggak, cukup dua rakaat saja. Saya sendiri, kalau harus langsung 12 rakaat tidak bisa, takut lupa dan kecapean karena tidak ada istirahatnya. Jadi saya lakukan dua rakaat saja. Bagaimana menurut Pak Aam?

(Evie di Bandung)

alquran muasir

 

Memang betul bahwa shalat dhuha itu bisa sampai 12 rakaat, tetapi tidak harus non-stop 12 rakaat. Boleh dua rakaat salam, dua rakaat salam. Itu tidak menjadi masalah. Tapi kalau mau 12 rakaat non stop juga bisa saja. Hanya sekiranya Anda takut lupa atau capek atau takut batal. Ya sudah, lakukan saja dua rakaat salam, dua rakaat salam.

Kata Ummu Salamah, Rasulullah Saw itu kalau shalat Dhuha pernah beliau melakukannya dua rakaat dua rakaat, dan beliau lakukan semampunya beliau. Ini mengandung isyarat bahwa yang namanya shalat Dhuha itu tidak strict harus 12 rakaat sekaligus atau delapan rakaat nonstop.

Mau empat rakaat non stop oke saja,  mungkin masih bisa dijangkau oleh kebiasaan kita. Tetapi, kalau 12 rakaat nonstop memang bagi kalangan tertentu akan berisiko  lupa hitungan rakaat. Kalau memang lupa begitu ya sudah, sebaiknya  cara dicicil 2 rakaat salam dua rakaat salam. Secara prinsip itu tidak  masalah.

kalender

Lalu bagaimana dengan shalat tahajud? Boleh saja dilakukan dua rakaat dua rakaat salam, atau boleh juga empat rakaat empat rakaat salam. Tapi kalau tahajud, empat rakaat tanpa harus melakukan tahiyat awal. Berdasarkan hadits riwayat muttafaq’alaihi, shalat tahajud itu dilakukan empat rakaat empat rakaat tanpa tahiyat awal. Atau pun dua rakaat salam, dua rakaat salam.

Tetapi kalau shalat dhuha, sebenarnya boleh dua rakaat, atau boleh empat rakaat, boleh enam rakaat, boleh delapan rakaat. Bahkan boleh sampai 12 rakaat.

Caranya? Per dua rakaat salam dua juga pun tidak apa-apa. Boleh-boleh saja. Ini merujuk pada Hadits  Riwayat Imam Muslim.  “Menurut Aisyah, Rasulullah Saw pernah shalat dhuha empat rakaat, dan beliau tambah sesukanya”.  Jadi dengan demikian, maka shalat dhuna itu tidak harus 12 rakaat non-stop.

Lalu waktu shalat dhuha dilakukan pada saat waktu dhuha.  Ada pula keterangan lain tentang shalat dhuha yaitu,   “Barang siapa yang shalat dhuha 12 rakaat, maka Allah akan berikan istana di surga nanti.”(HR. Imam Tirmizi).

“Kata Aisyah,  Rasululllah Saw masuk ke rumah kemudian beliau shalat dhuha delapan rakaat.”  (HR. Ibnu Hiban)

Jadi, haditsnya ada yang mengatakan Nabi mengerjakan shalat dhuha dua belas rakaat, ada yang delapan rakaat, ada pula yang empat rakaat dan dua rakaat.  Dapat disimpulkan bahwa  shalat dhuna boleh dilakukan sebanyak dua, empat, delapan atau 12 rakaat.

Boleh dilakukan dengan cara dua rakaat salam dua rakaat salam, boleh empat rakaat salam empat rakaat salam atau boleh juga delapan rakaat, sepuluh rakaat atau 12 rakaat non stop, tetapi tentu hal ini kembali kepada kesiapan kita. Wallahu’alam.


*  Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email aam@percikaniman.org atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

[AdSense-A]

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment