Menumbuhkan dan Membangun Rasa Percaya Diri Pada Anak (bag.2)

329

Oleh:dr.Zulaehah Hidayati*

Dalam tulisan sebelumnya kita telah membaca kisah sukses Billy Joel, super star dunia yang pada mulanya seorang anak yang tidak mempunyai rasa percaya diri . Namun sang bundanya mampu mengubahnya hingga menjadi sangat luar biasa. Kita telah belajar tips-tipsnya yang kita singkat menjadi PARENTING yang kalau dijabarkan menjadi:Pengasuhan anak yang benar,Anak adalah anugerah,Redam amarah,Empati mendengarkan,Notifikasi pembicaraan dan tindakan,Tanamkan energi positif,Istikamah (konsisten),meNGadakan time out. Kemarin Sahabat Anisa telah belajar hingga tahap “Empati mendengarkan, sekarang kita lanjutkan berikut penjelasannya:

alquran muasir
  1. N = Notifikasi pembicaraan dan tindakan

Sebagian besar ahli psikologi sependapat bahwa usia ana-anak adalah masa yang sangat penting khususnya dalam membentuk karakter anak. Sebuah penelitian mengungkapakan bahwa tingkat intelektual otak mengalami perkembangan hingga 50% ketika anak berusia 4 tahun (masa golden age).Pada usia 8 tahun perkembangan otaknya hingga mencapai 80% dan mencapai puncaknya pada usia 18 tahun.

Dengan memahami kondisi di atas kita menjadi tahu bahwa masa anak-anak mempunyai kemampuan merekam informasi (ucapan dan perilaku) dengan sangat baik.Untuk itu sebagai orang tua hendaknya selalu mengucapkan dan bertindak segala sesuatu secara positif baik kepada anak maupun kepada orang lain,sehingga yang ada dalam rekaman otak anak kita hanya hal yang baik-baik saja. Oleh karena itu sebelum berucap dan bertindak hendaknya orangtua perlu menyiapkan kata-kata yang baik dan bersifat positif,demikian juga dengan tindakannya. Jangan umbar kata-kata negatif jika sedang marah atau ketika memarahi anak karena berbuat salah. Bangun lah jiwanya dengan kata-kata yang hangat,penuh cinta,jujur dan semangat. Bukankah Allah selalu memerintahkan kita untuk berkata-kata yang baik dalam mengajak orang lain termasuk dalam mendidik (mengajak) anak-anak kita.

“Serulah manusia pada jalan Tuhan­­mu dengan hikmah dan peng­­a­jar­­­an baik dan berdebatlah de­ngan mereka dengan cara yang baik” (QS:An Nahl (16):125)

kalender

Jika anak sedang dalam masalah maka sebagai orangtua boleh memberi saran dan tetap memberi semangat kepadanya,membuat dirinya termotivasi.

  1. T = Tanamkan energi positif.

Hal penting yang mampu membuat anak mengalami perubahan adalah dengan terus menanamkan energy positif. Energi positif adalah segala hal yang sifatnya positif yang akan mewarnai pikiran dan perasaannya,sementara energy negatif adalah sebaliknya. Anak-anak harus senantiasa memperoleh dorongan positif dengan cara memberikan predikat dan sebutan positif seperti anak pintar,anak saleh,anak ramah,rajin,jujur,kreatif dan sebutan lainnya yang membuat dirinya percaya diri.

Sebaliknya orangtua harus menghindari penyebutan atau predikat negatif yang membuat anak rendah diri seperti anak nakal,anak bodoh,anak malas,pelit dan sebagainya. Energi negatif hanya akan membuat anak semakin terpuruk dan mengalami penurunan mental,misal anak melakukan kesalahan atau mendapat nilai jelek. Kemudian orangtua memarahi secara emosional dan berlebihan maka kondisi demikian hanya akan membuat anak semakin terpuruk dalam ketidakpercayaan diri dan keputusasaan.

 

Kata-kata dan sikap positif orangtua yang bersifat membangun akan menumbuhkan dan menyuburkan rasa percaya diri pada anak. Mereka akan termotivasi dan mempunyai semangat untuk bangkit dan maju dibanding dengan memberi kata-kata negatif.

  1. I = Istikamah (konsisten)

Sebagian besar orang beranggapan bahwa mempertahankan sesuatu yang telah kita raih jauh lebih sulit daripada meraihnya. Tidak berlebihan jika keistikamahan (konsisten) menjadi hal yang berat dalam hidup ini. Untuk itulah Allah sangat menghargai amalan kecil yang dilakukan secara istikamah dibanding dengan amalan besar atau banyak namun hanya dilakukan sekali.

Begitu juga dengan langkah membangun rasa percaya diri pada anak yang telah kita lakukan diatas akan menjadi sia-sia atau berantakan jika hal tersebut tidak kita lakukan dengan konsisten.Mungkin saja langkah tersebut tidak langsung membuat anak berubah,ayah bunda harus bersabar karena semua ada prosesnya. Kesabaran kitalah yang akan mempengaruhi keberhasilan tahapan yang kita jalani.

Agar senantiasa diberikan keistikamahan  maka sebagai seorang muslim kita wajib berdoa kepada Allah. Doa adalah senjata seorang muslim yang paling ampuh. Oleh karena itu hendaklah seorang muslim banyak berdoa kepada Allah agar diberikan keistiqamahan.Seperti yang  sering dibaca oleh Rasulullah adalah :

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku untuk selalu berada di atas agama-Mu” (HR. Tirmidzi)

  1. NG = meNGadakan time out.

Seperti telah dibahas sebelumnya,penanganan emosi yang tepat adalah dengan cara relaksasi atau menenangkan diri. Jangan lawan kemarahan anak dengan kemarahan orang tua. Bersabar adalah jalan terbaik untuk meredakan sikap marah anak. Pelepasan emosi yang tidak terkendali akan merugikan diri sendiri dan orang lain.tuadengan

 

*Penulis adalah seorang dokter, Pendiri Rumah Parenting,Penulis buku-buku parenting,praktisi,trainer dan narasumber seminar tentang parenting

dr zule 2

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment