Lempar Janji Sembunyi Iman (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 100-102) Bag. 1

tembok ratapan

Oleh : Dr. H. Aam Amiruddin

“Mengapa setiap kali mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Padahal, sebagian besar mereka tidak beriman.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 100)

alquran muasir

Bukan Bani Israil namanya kalau tidak melakukan hal yang membuat Allah Swt. murka. Bukan Bani Israil juga namanya kalau tidak mudah mengucapkan janji, tetapi kemudian mencampakkannya begitu saja. Ayat tersebut menunjukkan bagaimana Allah mempertanyakan perilaku buruk. Kehadiran Rasul Allah kepada mereka dengan membawa kitab yang berisikan panduan hidup yang sejalan dengan kitab yang sebelumnya (Taurat) disambut dengan janji beriman dan taat. Akan tetapi, tak lama berselang, mereka lemparkan jauh-jauh janji tersebut dengan alasan yang mengada-ada. Bahkan, sebagian dari mereka mencaci maki Rasulullah Saw. beserta kitab yang dibawanya lebih karena yang ada dalam kitab tersebut tidak sejalan dengan kehendak hawa nafsu mereka.

Pada awalnya, mereka menerima kehadiran Muhammad Saw. karena sosoknya cocok sekali dengan ciri-ciri yang dimuat dalam kitab Taurat yang mereka pegang. Hal itu dijelaskan dalam surat Al-A’raaf [7] ayat 157. “(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung.”

Namun dengan penuh kepalsuan, mereka menolak kehadiran Muhammad Saw. dengan memakai berbagai argumen. Setelah mereka sadar bahwa ternyata isi Taurat mendukung kehadiran Muhammad sebagai Rasulullah, mereka mencari-cari akal agar bisa berkelit dari kenyataan tersebut. Itulah mengapa dalam ayat selanjutnya Allah Swt. berfirman,

kalender

***

Bersambung

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment