Ketika Intel Soviet Berhaji

negeri

PERCIKANIMAN.ID – – Berhaji dari sisi ibadah sudah menjadi hal biasa bagi seorang Muslim. Namun, bagaimana jika kita melihat ibadah haji yang dijalankan dari segi profesi, seperti intel Rusia? Kisah Muslim intel asal Rusia bernama Abdul Aziz Davletshin yang dikirim oleh petinggi Negeri Beruang Merah ( dulu Soviet) untuk berhaji pada medio 1898-1899 dinilai cukup menarik. Kisahnya bahkan dibukukan oleh Efim Rezvan dalam judul

Davletshin bertugas mengamati pos-pos militer, para pemimpin keamanan, berbagai aspek kehidupan di Tanah Suci mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga masjid-masjid. Selain Kota Makkah, Davletshin menerangkan secara detail berbagai situs suci di Kota Taif, Yanbu, dan Madinah dalam buku setebal 352 halaman tersebut.

alquran muasir

“Ia (Davletshin) bahkan mencatat epidemik kolera dan tifus yang menyebar di kalangan sebagian besar jamaah haji dan membunuh separuhnya. Epidemik dari sekalangan peziarah itu lalu menyebar ke perkampungan badui serta beberapa tempat di Semenanjung Arab,” ujar Rezvan, sebagaimana dikutip dari Arabnews.com, Jum’at (17/9/20160.

Ia cukup andal menuliskan kembali laporan intelijen dalam bentuk novel deskriptif yang terbagi dalam kumpulan sejarah, geografi, politik, sosiologi, dan administrasi publik di Tanah Hijaz ketika itu. Buku yang diterbitkan di Kota Beirut pada 1994 tersebut ditulis dalam bahasa Arab.

Selain bertugas mengumpulkan data, sang intel ikut melaksanakan haji bersama ribuan jamaah dari berbagai negara. Sehingga, Davletshin dapat menggambarkan betapa menderitanya para jamaah haji di tengah sergapan badai di gurun pasir. Mereka juga terancam dengan serombongan suku-suku liar bersenjata yang menguntit kafilah (rombongan) haji.

kalender

Kondisi rute jalan yang menghubungkan Kota Makkah dan Jeddah serta Makkah-Madinah ikut digambarkan cukup menantang.

“Sepanjang jalan rute Hijaz dipenuhi pasir berbatu dari serakan pegunungan di sisi jalan tersebut yang membuat perjalanan makin terasa sulit,” jelas Revzan.

Berdasarkan penjelasan para kurator, buku yang ditulis hampir dua abad lalu ini dapat menjadi referensi perbandingan perjalanan haji modern yang kini sangat nyaman dengan berbagai pilihan moda transportasi, hotel-hotel, serta restoran mewah.

Selain itu dari tulisan dan pengalaman Davletshin selama berinteraksi dengan kaum muslim yang dibukukan tersebut dijadikan referensi para petinggi Soviet (sebelum pecah) dalam memata-matai beberapa Negara muslim termasuk invasi ke Aghanistan.  [ ]

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment