Meneladani Wanita-wanita Mulia dan Tangguh Di Zaman Rasulullah

127

Oleh: Fatimah Ummu Hanni*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Wanita adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah untuk menjadi penetram dimanapun ia berada. terutama bagi pasangannya. masih ingatkah ketika Allah menciptakan Hawwa ? Hawwa tercipta setelah Adam diciptakan oleh Allah SWT. ketika seorang Adam mengalami kejemuhan Allah memberinya penentram yang tercipta dari bilahan tulang rusuknya.

promo oktober

Ketika kita telusuri kisah kejayaan masa lalu, keberhasilan rupanya tak terlepas dari seorang pasangan. dan perjuangan panjang sejarah dan dakwah ini tak terlepas dari peran seorang wanita baik yang mendukung perjuangan dakwah suaminya atau ketika masih sendirian.

Zaman Kenabian itu merupakan zaman paling baik karena Rasulullah mendampingi kehidupan manusia. Rasulullah Saw adalah laki-laki paling baik di zamannya hingga akhir zaman kelak namun siapa yang berdiri melindungi Beliau selain para sahabat tidak tahunya banyak Sahabiyah yang melindungi Rasulullah dalam peperangan dan perjuangan.

Di himpun dari berbagai sumber berikut wanita-wanita tangguh itu di zaman Rasulullah Saw yang turut andil dalam perjuangan dakwah:

1. Khadijah Binti Khuwailid.

Semua sudah tahu siapa Khadijah. ia adalah seorang janda kaya yang menikah dengan Rasulullah. Ia yang menentramkan Rasulullah ketika ia menggigil kedinginan setelah uzlahnya di gua tsur. Ia yang melindungi Rasulullah dalam dakwahnya, Ia yang mewakafkan hartanya untuk dakwah Rasulullah. sampai Ia pernah menangis di depan Rasulullah, dan akhirnya Rasulullah meminta maaf kepada Khadijah,

“Maafkan aku wahai Khodijah, karena aku tak bisa membahagiakanmu dengan harta dan sekarang malah habis semua hartamu untuk dakwahku”. Mendengar itu Khadijah ra menjawab, “Aku menangis bukan karena itu ya Rasulullah… Aku menangis karena Aku tak punya harta lagi untuk membantu dakwahmu, tak ada lagi yang bisa kuberikan padamu wahai suamiku…”

Sungguh langka seorang wanita kaya menikah dengan laki-laki biasa kemudian ia rela melepas hartanya untuk dakwah suaminya. Saat ini kebanyakan adalah menuntut suami agar bisa seperti dirinya, bahkan dari keluarga wanita mungkin juga akan menunutut lebih terhadap laki-laki ini. sehingga mengukur kebahagiaan itu hanya dengan sebesar apa penghargaan dan pemberian harta terhadap pasangannya.

2. Aisyah Binti Abu Bakar

Ia adalah seorang istri Rasulullah Saw termuda, penghafal hadits terbanyak diantara istri yang lain, cerdas, cantik dan lihai. Ia menjadi rujukan sahabat ketika berkonsultasi tentang kewanitaan. Walau ia pencemburu namun Rasulullah Saw sangat mencintainya. pernah ia cemburu kepada Khadijah yang sering disebut Rasulullah Saw. Dan Rasulullah marah waktu itu. namun karena kecerdasannya rupanya bisa mengalahkan kemarahan Rasulullah kepadanya.

3. Asma Binti Abu Bakar

Ia adalah anak dari abu Bakar Ashidiq. Ia adalah pengantar makanan ke bukit Tsur pada waktu Rasulullah berhijrah secara sembunyi-sembunyi dimana waktu itu Rasulullah dikejar oleh tentara Quraisy yang dipimpin oleh Waraqah.
Dalam sebuah riwayat saat itu ia telah hamil tua dan mendaki Bukit Tsur itu, ia membagi sabuknya menjadi dua untuk membawa air untuk diantarkan kepada Rasulullah dan ayahnya Abu Bakar Ash shidiq.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan para muslimah saat ini dimana ketika sedang hamil banyak yang mengambil rukshah (keringanan Islam) dalam melaksanakan ibadah. Ketika tubuh tak nyaman ketika hamil yang ada adalah memanjakan diri dengan bermalas-malasan apa lagi pergi berdakwah atau berjuang di jalan Allah sesuai kapasitas wanita.

Ketika hamil malah digunakan sebagai kesempatan untuk meminta semau kita, yang kata orang disebut menyidam. Padahal keinginan itu tak ada hubungannya dengan keinginan bayi. Itu hanya mitos belaka. Bila lemasnya dituruti maka semakin lemas yang dirasakan tubuh kita. Namun ketika kita tetep berghirah maka yang ada adalah sebuah kedisiplinan dan semangat berjuang dalam dakwah. Untuk itu kita harus memiliki niat yang kuatlah yang bisa merubah kebiasaan buruk menjadi investor dalam dakwah.

4. Ummu Warakah

Ia adalah seorang wanita yang dijadikan rujukan dalam pemushafan Al Qur’an. Ia adalah seorang sahabiyah namun kebolehannya dalam menghafal Al Qur’an menjadi rujukan dalam pemushafan Al Qur’an. Pada dasarnya seorang wanita pun harus menjadi hafidzah (penghafal Al Qur’an) agar tak hilang generasi-generasi penghafal AL Qur’an dan Al Qur’an itu akan terpelihara. akan terpelihra keasliannya.

Ketika ia menjadi seorang hafidzah maka ia akan merencanakan anaknya menjadi hafidzah pula. Sebab dari ibu yang baik maka muncullah mujahid-mujahid luar biasa pengibar bendera Rabb Alam semesta. Demikian juga dari ibu yang bersemangat berjihad maka akan mencetak anaknya menjadi pribadi yang sama.

Untuk itu mari didik diri untuk menjadi pejuang-pejuang dakwah, agar kita bisa memproduksi generasi yang bisa mengembalikan kejayaan Islam kembali. kalaulah kita tak bisa menikmatinya namun kita akan bahagia karena telah menanam benih dari setiap genarasi yang berjuang untuk zamannya.

5. Ummu Sulaim

Ia adalah seorang sahabiyah yang dijamin masuk syurga oleh Rasulullah. bukan karena sebab lain melainkan pengorbanannya. Waktu itu suaminya datang dan memberitahukan bahwa ada utusan dari Rasulullah, suaminya menyuruhnya untuk menjamu tamu itu dan ummu Sulaim berkata, “Tak ada makanan kecuali untuk anak kita” . Suaminya menjawab, “Tidurkanlah anak kita dan jamulah tamu kita”.

Maka ditidurkanlah anaknya dan Ummu Sulaim menyiapkan makan untuk tamunya. Ia redupkan lampunya. Ia sendiri duduk agak jauh bersama suaminya dengan berkegiatan sedang berpura-pura makan hingga tamunya selesai makan. Ia adalah yang dijamin oleh Rasulullah untuk bisa masuk syurga dari pintu manapun yang ia minta.

Berikutnya adalah  . . . . . .

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 6 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment