Hukum Asuransi Pendidikan untuk Anak

keuangan syariah

Ustadz, bagaimana hukumnya menyimpan dana dalam bentuk asuransi pendidikan untuk anak? Mohon penjelasannya.

 

Coba baca surat An Nisa’ ayat 9, di situ Allah Swt berfirman,  wal yachsyalladzina lautarroku min kholfihim dzuriyyatan dzi afa khofu ‘alaihim fal yattaqulloha wal ya quulu qoulan syadida.

“Hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, dan khawatir terhadap kesejahteraannya.  Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Ayat ini menyuruh kepada kita semua orang tua untuk memikirkan nasib anak-anak kita. Firman Allah, wal yachsyalladzina lautarroku min kholfihim dzuriyyatan dzi, afa hendaklah kalian merasa khawatir, merasa takut sekiranya kaliAn meninggalkan generasi yang lemah. Lemah di sini bisa lemah ekonomi, lemah akhlak, lemah iman, lemah pendidikan, lemah fisik.

Ayat ini menyuruh kepada kita para orang tua untuk menyiapkan generasi-generasi yang siap mengahadapi tantangan zamannya. Nah, salah satu supaya kita bisa menjaga keberlangsungan pendidikan anak, salah satunya adalah dengan mengikuti asuransi pendidikan.

Menurut hemat saya, niatnya kan sudah benar, anda ikut asuransi pendidikan itu karena khawatir anak anda tidak bisa sekolah sampai tamat sekiranya ada hal-hal yang tidak diinginkan dalam kehidupan anda atau kehidupan suami anda. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita, bisa sakit, bisa meninggal, lalu kita melakukan antisipasi.

Kita menyertakan anak kita dalam asuransi pendidikan niatnya supaya keberlangsungan pendidikan anak-anak kita lebih terjaga. Kalau menurut hemat saya, niatnya sudah jelas sebegitu lurus, sebegitu mulia terus apanya yang salah.

Apalagi sekarang ini sudah ada asuransi-asuransi syariah. Jadi kalau anda ingin tenang ya ikut saja asuransi pendidikan yang berbasis syariah, tapi kalau sudah terlanjur mengikuti asuransi pendidikan yang non syariah tentu tidak masalah. Karena Allah kan maha tahu niat kita.

Jadi niat kita bukan makan dari riba, niat kita itu menyiapkan kondisi terbaik untuk anak-anak kita. Itu alasannya. Menurut hemat saya asuransi pendidikan itu boleh merujuk ke Q.S. An-Nisa’ ayat 9.

[irp posts=”722" name=”Bagaimana Hukum Asuransi Menurut Islam?”]
* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 3,911 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

2 Thoughts to “Hukum Asuransi Pendidikan untuk Anak”

  1. wida

    Sy pernah mendengar ada ustadz yg mengharamkan asuransi alasannya menurut dia asuransi membuat keyakinan kita kpd Allah sebagai pelindung, penjamin hidup, rejeki dll tidak sepenuhnya kita meyakini jaminan itu datang dr Allah. Maka menurutnya sebaiknya kita selalu berusaha berbuat yg terbaik dalam kehidupan kita sesuai dgn ajaran Islam. Hasil akhir kita pasrahkan kpd Allah krn Allah lah yg maha tau yg terbaik utk kita. Bagaimana tanggapan ustadz?

  2. Ama

    Saya msh blm paham dgn uraiannya..
    Kalau asuransi hanya semata mata utk solusi kekhawatiran hidup, saya pikir knp tdk menabung saja ?
    Ttg riba, ambil sederhananya saja…hitung jumlah uang kita yg telah ditabung & pergunakan juga sebanyak jumlah uang kita yg telah ditabung tsb.
    Terima kasih

Leave a Comment