Topeng Keangkuhan Bani Israil (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 97-99) Bag 2

keran masjid

Oleh : DR. H Aam Amiruddin

“Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 98)

alquran muasir

Meski Bani Israil hanya memusuhi Jibril, namun tidak berarti Allah akan membiarkan mereka begitu saja. Allah menyatakan bahwa memusuhi Jibril, Mikail, dan malaikat lainnya sama artinya dengan memusuhi Allah. Barang siapa memusuhi Rasul Allah, siapa pun itu, berarti mereka memusuhi Allah.

Pada dasarnya, baik rasul ataupun malaikat, tidak ada yang memegang kuasa penuh untuk menjalankan sendiri yang diinginkannya. Rasul dan malaikat hanya utusan Allah sehingga tanggung jawab sepenuhnya ada pada Allah. Kepada mereka yang merekayasa ketentuan ini, dengan tegas Allah nyatakan permusuhan dengan mereka.

Demikian halnya dengan mereka yang menolak sebagian dari syariat yang sebenarnya sama saja dengan menolak keseluruhan syariat Allah secara keseluruhan. Mereka yang mengimani sebagian Rasul sama halnya dengan kafir pada semua Rasul sebagaimana diungkap dalam ayat berikut ini.

kalender

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, ‘Kami beriman kepada yang sebagian dan Kami kafir terhadap sebagian (yang lain)’, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir).” (Q.S. An-Nisaa [4]: 150)

Begitulah Bani Israil. Segala keserakaan dan topeng kepalsuan yang menutupi wajah kepura-puraan dengan rentetan dalil dan argumen yang dipakai membuat mereka tega menyatakan permusuhan dengan malaikat. Hal ini tidak lain karena jiwa mereka yang hampa tergerus arus deras kefasikan. Selanjutnya Allah Swt. berfirman,

“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 99)

Dijelaskan dalam sejumlah ayat sebelumnya bahwa Bani Israil telah sekian kali membuat perjanjian dengan Allah melalui perantaraan Nabi Musa a.s., pemimpin mereka sendiri. Isi perjanjian itu pun telah tertulis rapi di dalam kitab yang mereka pegang erat. Namun, berkali-kali pula mereka mungkiri perjanjian itu meskipun mereka mengatakan bersedia memegang hukum Taurat.

Sekarang, datang utusan Allah Swt. yang baru yang isi seruannya semata untuk memperkuat dan memperjelas ajaran yang sudah mereka anut. Namun, karena kefasikan yang sudah kadung menjalar, apa pun isi kitab Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. tidak akan menjadikan mereka semakin mendapat petunjuk menuju jalan kebenaran. Na‘udzubillahi min dzalik.

BACA JUGA : Topeng Keangkuhan Bani Israil (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 97-99) Bag 1 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment