Bahaya Obat Palsu Yang Harus Diketahui

325

PERCIKANIMAN.ID – – Maraknya isu obat palsu menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kenali obat palsu dan bagaimana efeknya terhadap kesehatan kita. Wajar saja, sebab obat merupakan kebutuhan semua lapisan masyarakat, baik sebagai terapi maupun suplemen sehari-hari. Jangan panik! Yuk, kenali apa itu obat palsu dan bagaimana efeknya terhadap kesehatan sebagaimana penjelasan dari dr. Astrid Wulan Kusumoastuti yang dikutip dari okezone.

Apa itu obat palsu?

alquran muasir

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengelompokkan obat palsu sebagai Counterfeit Medicine –bersama dengan kategori obat substandar lainnya– sebagai Substandard, Spurious, Falsely labelled, Falsified and Counterfeit (SSFFC) Medical Product. Menurut definisi WHO, obat palsu adalah obat-obatan yang secara sengaja dipalsukan, baik identitasnya maupun sumbernya. Obat palsu dapat berisi bahan aktif yang benar dengan dosis yang tidak sesuai, berisi bahan aktif yang salah, atau bahkan tidak berisi bahan aktif sama sekali. Beberapa obat palsu bahkan hanya berisi tepung atau gula.

Efek terhadap tubuh

Pada beberapa obat palsu, dampak kesehatan yang diakibatkan tidak terlalu serius. Obat palsu dengan kandungan bahan aktif yang benar namun dosis yang tidak mencapai standar akan membuat obat tersebut tidak bekerja maksimal. Hal ini memiliki efek pada setiap orang, tergantung pada kondisi penyakit yang dialami. Pada pasien kritis, efek ini dapat berakibat fatal karena tidak tercapainya target terapi. Berbeda dengan konsumsi pada pasien yang sehat.

kalender

Sedangkan obat palsu yang berisi bahan aktif yang salah memiliki kemungkinan lebih besar untuk menimbulkan efek samping berbahaya pada pasien. Misalnya jika pasien yang mengonsumsi obat palsu ternyata alergi terhadap bahan aktif yang terkandung di dalamnya, maka secara umum reaksi alergi obat dapat berakibat fatal.

Mengenali  ciri obat palsu dan berkualitas buruk

Obat-obatan palsu dan di bawah standar adalah masalah serius di negara-negara berkembang dan berpotensi merugikan pasien yang sangat memerlukan perawatan medis. Sebagian obat-obatan ini dianggap penting oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengobati infeksi di negara-negara berkembang, di antaranya antibiotik ciprofloxacin dan ceftriaxone. Sayangnya, ahli kimia di negara-negara itu tidak punya peralatan mahal untuk menguji apakah sebuah pil asli.

Solusinya mungkin terletak pada pengujian sederhana menggunakan kertas, dimana sekelompok ilmuwan mengembangkan kartu kertas seharga USD1 untuk menguji obat yang diragukan dalam tiga menit untuk menentukan apakah obat tersebut berkhasiat atau kualitasnya di bawah standar. Tes itu tersedia dalam paket berisi 20 kartu kertas.

[irp posts=”11207" name=”Inilah 6 Cara Memanfaatkan Kayu Manis Jadi Obat Alami”]

“Ini menyangkut isu-isu kebebasan dan keadilan. Jika orang membayar obat mereka berhak untuk mendapat obat. Jadi ini proyek yang kami kerjakan,” ujar ahli kimia Marya Lieberman dari University of Notre Dame di Indiana, yang membantu mengembangkan tes yang murah ini.

Lieberman mengatakan kartu itu bisa dipakai untuk menguji berbagai jenis obat-obatan. Untuk menguji apakah sebuah obat asli, para peneliti menggerus sebuah pil, menempelkan serbuk pil itu pada 12 garis di kartu itu. Setiap garis mengandung tes untuk bahan yang lain. Kartu itu kemudian dicelupkan ke air selama beberapa menit.

Bahan kimia pada kartu itu akan bereaksi terhadap obat bubuk itu dan berubah menjadi warna tertentu yang dibandingkan dengan pola pil-pil berkualitas tinggi dari pembuat obat-obatan. Proses itu memisahkan bahan aktif dari bahan tidak aktif bahkan bahan-bahan berbahaya seperti logam berat dari obat bubuk itu. Sarah Bliese, mahasiswi Hamline University di Saint Paul, Minnesota membantu membuat kartu tes obat-obatan itu yang dipaparkan pada pertemuan tahunan Masyarakat Ahli Kimia Amerika. Bliese mengatakan penting untuk mewaspadai obat-obatan palsu di setiap tingkat sistem layanan kesehatan.

Meskipun kartu-kartu ini digunakan untuk menguji obat-obatan di bawah standar di negara-negara berkembang, Lieberman mengatakan mereka mungkin akhirnya akan menggunakannya untuk menguji integritas obat-obatan herbal dan suplemen nutrisi di negara Barat.

Untuk menghindari obat palsu, ingatlah untuk selalu membeli obat yang hendak Anda konsumsi dari apotek, klinik, atau lainnya yang resmi dan terdaftar. Jika Anda menemukan ketidaksesuaian pada obat yang Anda beli, tanyakan dan laporkan segera kepada pihak yang berwajib! [ [ ]p>

[i[irp posts=”11319" name=”Doa Memohon Tobat kepada Allah Swt”]p>

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto : pixabay

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment