Saat Marah, Tubuh Keluarkan Hormon Yang Merusak

239

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap orang dipastikan pernah marah ,baik yang diekspresikan maupun hanya dipendam dalam hati. Dalam ilmu psikiatri, marah digolongkan sebagai bentuk symptom atau gejala atas adanya suatu penyakit dalam tubuh. Gejala-gejala tersebut antara lain digolongkan ke dalam agresif, impulsif, halusinasi, dan waham (suatu keyakinan salah yang mendarah daging pada diri seseorang).

Demikian penjelasan  Dr.dr. Jaya Mualimin selaku Psikiater dan Resimen bagian Psikiatri RS Hasan Sadikin Bandung kepada mapi beberapa waktu. Ia menambahkan marah digolongkan ke dalam jenis gejala agresi yang positif karena terdapat banyak neurotransmitter (perantara jalannya impuls di tubuh) pada saat marah dan juga karena seorang yang marah menjadi aktif, mengeluarkan energi, dan mengekspresikan perasaannya. Bukan gejala yang negatif seperti depresi yang cenderung menjadi pasif. Dan pada semua penyakit gangguan jiwa, terlebih yang berat, marah itu selalu ada. Terutama pada para lansia. Lalu,apakah marah itu sesuatu yang tidak bagus?.

alquran muasir

”Marah cenderung merusak, walaupun secara fitrahnya, marah adalah sesuatu yang lumrah. Sebenarnya, marah juga ada manfaatnya. Allah saja bisa murka. Nabi pun bisa marah, seperti kepada sahabat yang tidak ikut perang. Marah yang dibingkai dengan syariah dan sunah berlangsung sebentar dan tidak berkelanjutan. Kalau marah yang berkelanjutan, akan merusak tubuh karena hormon yang bekerja dalam tubuh akan meningkat terus. Marah dengan reaksi wajarlah yang dikategorikan marah yang positif,”jelasnya.

Sementara mengenai penyebab marah, dr.Jaya menyebutkan bahwa marah disebabkan adanya impuls, ada yang eksternal maupun internal. Eksternal seperti dari lingkungan yang tidak kondusif dan keras dan makanan yang berprotein tinggi. Internal dari faktor hormonal dan kadar oksigen yang rendah. Impuls ini akan meningkatkan agresivitas seseorang. Saat kendali emosi seseorang rendah karena penyakit dan memang kepribadiannya yang kurang stabil, impuls lebih mudah memicu agresivitas. Jadi, perjalanan penyakit seseorang bisa menyebabkan rendahnya kendali emosi. Contohnya, ketika orang merasa sakit gigi, ia menjadi lebih mudah untuk marah.

[irp posts=”12626" name=”Apa yang Dimaksud Silaturahmi Memperpanjang Umur?”]

kalender

Secara kajian biologi molekular,menurut dr.Jaya, bahwa ketika seseorang marah akan terjadi peningkatan konsentrasi neurotransmitter dompamine pada neuron otak. Semua terjadi pada limbic system (pusat emosi) di hypothalamus, setelah itu diteruskan ke hypophycis. Baru kemudian diteruskan ke bagian tubuh lainnya, seperti dihasilkannya hormon-hormon yang memacu denyut jantung, pupil mata membesar, dan lain-lain. Ia menyebutkan ,hormon tersebut contohnya seperti epinefrin, serotonin, dan testosteron. Pada orang tua, hormon testosteron dan progesteron-nya sudah mulai menurun. Hal tersebut mengurangi ambang batas kesabarannya sehingga dipicu sedikit akan mudah marah. Saat hormon seperti testosteron dan progesteron sedang dalam kondisi tidak seimbang, emosi seseorang akan kurang stabil.

Lalu apa dampak marah yang berlebihan?

”Semakin seseorang marah, semakin banyak hormon tersebut yang dikeluarkan. Dan itu sebenarnya merusak tubuh kita sendiri. Kalau hormon tersebut makin tinggi, detak jantung akan makin cepat. Nah,bagi yang punya penyakit jantung,beberapa kasus hingga dapat menyebabkan jantungnya bisa berhenti seketika. Sebenarnya, reaksi dalam tubuh itu selalu berusaha mencapai titik equilibrium (keseimbangan). Maka, jika tubuh kekurangan atau berlebihan sesuatu, itu yang tidak baik. Karenanya, marah yang berlebihanlah yang merusak baik dirinya sendiri maupun orang lain bahkan lingkungan sekitarnya,”jelasnya.

Selain itu dr.Jaya menambahkan marah cenderung melahirkan perilaku-perilaku yang buruk, seperti hostilitas (pandangan permusuhan), mencelakai diri sendiri, membunuh diri, melukai orang lain, dan berkata kasar. Ia juga menyebutkan beberapa kasus –kasus besar yang berawal dari tindakan marah yang berlebihan oleh pelakunya. Salah satunya timbulnya perang dalam skala besar juga diawali sikap marah seorang pemimpin.

Untuk itu ia memberi tips ketika sedang marah atau ada situasi yang bisa memunculkan sikap marah,salah satunya adalah dengan diam. Dengan sikap diam banyak hikmah yang dapat diambil,selain tidak meyakiti diri sendiri,orang lain,sekitar juga cepat meredakan amarah yang mungkin tak terkendali jika dituruti.

”Kalau saya marah, saya lebih baik diam atau mengarahkan agresivitas pada hal-hal yang positif, seperti amalan-amalan baik dan membaca Al Quran,mencuci muka (berwudhu),istighfar dan berusah untuk tenang . Itu malah lebih baik,kan ada di hadis yang memeritahkan kita untuk diam ketika marah. Karena saat diam, lebih sedikit hormon yang bekerja dan saat diam pun kita lebih banyak merenung,”pungkasnya. [ [ ]p>

 

[i[irp posts=”10870" name=”Memahami Hakikat Marah, Begini Mengendalikannya”]p>

Rep: rahmat

Editor: iman

Foto ilustrasi: pixabay

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment