Agar Daging Kurban “Halal“ dan “Thayyib”

daging-2

PERCIKANIMAN.ID – – Berqurban di Hari Raya Idul Adha adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi mereka yang mampu. Pada ibadah yang memiliki hukum sunnah ini, setiap mereka yang melaksanakannya bukan hanya diarahkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, namun juga dilatih untuk lebih peduli pada lingkungan sosialnya.

Hewan kurban yang disembelih dan kemudian dagingnya dibagikan kepada fakir miskin, sanak saudara dan tetangga merupakan simbol harta atau kekayaan. Oleh sebab itu pula,  perintah berkurban mengandung makna yang sangat dalam. Yaitu, setiap manusia harus merelakan apapun yang paling dicintainya ini demi keridhoan Allah SWT.

alquran muasir

Dalam pelaksanaannya, melakukan ibadah kurban harus memenuhi tata cara dan syarat-syarat tertentu agar ibadah ini membawa kebaikan dan kemaslahatan. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah penanganan hewan kurban.

Beberapa ahli berpendapat bahwa daging hewan kurban harus memenuhi syarat “ASUH”, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Aman di sini maksudnya tidak mengandung bibit penyakit, racun, obat, hormon, cemaran logam berat, cemaran pestisida, cemaran zat berbahaya serta unsur-unsur lain yang dapat menyebabkan penyakit dan mengganggu kesehatan manusia.

Sehat, artinya mengandung zat-zat yang berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh. Utuh,  maksudnya tidak dicampur dengan bagian lain dari hewan tersebut atau bagian dari luar selain yang dinyatakan dalam keterangan produk. Dan Halal, yakni hewan disembelih dan ditangani sesuai dengan syari`at agama Islam.

kalender

Pakar Ilmu Peternakan Prof Urip Santoso, menyatakan daging kurban setidaknya harus memenuhi dua unsur yaitu Halal dan Tayyib (baik). Daging yang Halal artinya proses penyembelihan hewan harus menurut aturan yang berlaku dalam agama Islam. Sedangkan daging yang  Tayyib artinya daging harus mempunyai mutu yang tinggi. Karakteristiknya adalah bebas penyakit menular, tidak terkontaminasi mikroba penyebab penyakit, tidak ada residu senyawa kimia yang membahayakan, komposisi gizi yang masih utuh, bersih.

Di dalam Al Quran terdapat perintah kepada umat muslim untuk senantiasa mengkonsumsi makanan yang sehat dan halal. Dalam surat An-Nahl ayat 114 Allah berfirman,“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rizki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.”

Oleh karena itu, sebelum melaksanakan berqurban kita perlu memperhatikan berbagai hal, seperti persiapan, pengelolaan hewan qurban pada sebelum dan sesudah pemotongan, hingga pembagian dagingnya.

Menurut Urip, saat ini prosesi pengolahan daging kurban di masyarakat masih saja ada yang belum memenuhi syarat dari sisi Tayyib, terutama unsur higienis. Misalnya, sapi disembelih di tanah bercampur kotoran hewan dan kadang kala tanahnya basah. Pemisahan jeroan pun dilakukan di tempat itu juga yang tentu saja kotor dan sudah pasti terkontaminasi bakteri penyebab penyakit.

“Saya lihat juga dagingnya pun sudah bercampur dengan berbagai benda asing lainnya seperti isi perut, kotoran, tanah dan lain sebagainya. Tentu saja kotoran tersebut meresap ke dalam daging. Jadilah daging yang tidak tayyib (baik). Hasil pengamatan saya menunjukkan sebagian besar pemotongan hewan kurban kurang memperhatikan persyaratan tayyib (baik) yang sebenarnya diperintahkan juga oleh Allah,” ujarnya.

Lalu, bagaimana cara memperoleh daging kurban yang halal lagi baik (tayyib)? Yang paling mudah adalah menyembelih hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Namun, jika masyarakat ingin melakukan penyembelihan sendiri. Sebenarnya masih diperbolehkan sesuai dengan UU No 18/2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Dalam UU itu disebutkan, pemotongan hewan untuk kepentingan hari besar keagamaan tidak harus dilakukan di rumah potong hewan.

Nah bagi mereka yang berniat untuk berkurban, ada baiknya untuk mengetahui pedoman dalam penyembelilhan hewan qurban. Berikut ini adalah pedoman sederhana tetapi  penting untuk memastikan agar daging herwan qurban Anda bukan cuma halal, namun juga aman dan higienis untuk dikonsmsi:

Penuhi syarat

Ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi agar hewan dapat diqurbankan. Pertama, hewan    harus sehat berdasarkan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan atau pemeriksaan antemortem yang dilakukan oleh dokter hewan atau paramedis kesehatan hewan di bawah pengawasan dokter hewan. Hewan juga tidak cacat (misalnya pincang, buta, mengalami kerusakan telinga), tidak kurus dan cukup umur. Untuk hewan kambing/domba harus berumur di atas 1 tahun, ditandai tumbuhnya sepasang gigi tetap. Untuk sapi/kerbau harus berumur di atas 2 tahun, ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Hewan qurban harus berkelamin jantan, tidak dikebiri, testis masih lengkap (2 buah), bentuk dan letaknya simetris.

Selain hewannya, penyembelihnya pun wajib memenuhi beberapa syarat di antaranya  pria muslim dewasa (baligh), sehat jasmani dan rohani dan memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis dalam penyembelihan halal yang baik dan benar.

Syarat lainya yang perlu diperhatikan adalah alat dan sarana. Untuk alat, pisau yang digunakan misalnya harus tajam, cukup panjang, bersih dan tidak berkarat. Persiapkan pula alat penunjang lainnya seperti plastik, wadah, talenan, pisau dan seluruh peralatan yang kontak dengan daging dan jeroan harus bersih dan senantiasa dijaga kebersihannya.

Dari sisi sarana, kandang penampung sementara harus bersih, kering dan mampu melindungi hewan dari panas matahari dan hujan. Pada kandang tersebut, wajib tersedia air minum bersih dan pakan yang cukup untuk hewan. Tempat penyembelihan juga harus kering dan terpisah dari sarana umum. Siapkan pula lubang penampung darah berukuran 0,5 m x 0,5 m x 0,5 m untuk tiap 10 ekor kambing atau 0,5 m x 0,5 m x 1 m untuk tiap 10 ekor sapi. Jangan lupa sediakan air bersih untuk minum hewan, mencuci peralatan dan membersihkan jeroan. Siapkan juga tempat khusus untuk penanganan daging yang harus terpisah dari penanganan jeroan, serta selalu dijaga kebersihannya.

Sebelum dilakukan penyembelihan, perlakukanlah hewan qurban sebaik-baiknya. Pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan atau pemeriksaan antemortem dilaksanakan oleh dokter hewan atau paramedis kesehatan hewan di bawah pengawasan dokter hewan,

Hewan harus diperlakukan secara baik dan wajar dengan memperhatikan azas kesejahteraan hewan, agar hewan tidak stres, tersiksa, terluka dan sakit.  Hewan juga perlu diberi pakan dan minum yang cukup, dan diistirahatkan sekurang-kurangnya 3 hari sebelum disembelih. Saat penyembelihan, hewan direbahkan secara hati-hati, tidak dengan paksa dan kasar, agar hewan tidak stres, takut, tersiksa dan tersakiti/terluka, serta tidak menimbulkan risiko bagi penyembelih. [Berbagai sumber]

 

[irp posts=”5153" name=”Jangan Ragu,Konsumsi Daging Baik Untuk Kesehatan (Bag. 2)”]

 

Red: candra

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment