Tips Semasa dan Sesudah Melaksanakan Ibadah Haji

310

PERCIKANIMAN.ID – – Haji, selain sebuah ibadah yang menuntut persiapan ilmu dan spiritual serta biaya yang besar, juga menuntut persiapan fisik yang tidak bisa dianggap enteng. Kekurangan dalam mempersiapkan hal-hal tersebut di atas dapat mengurangi kesempurnaan, kekhidmatan, dan kekhusuan pelaksanaan ibadah haji.

Berikut beberapa langkah yang dapat dijadikan referensi dalam menyambut panggilan-Nya ke Tanah Suci.

promoawaltahun
  1. Niat

Tentu saja, setiap umat Islam harus mengikrarkan dalam hatinya niat untuk menggenapkan rukun Islam dengan melaksanakan ibadah haji. Berawal dari niat yang kuat inilah terkadang terjadi hal-hal di luar nalar. Panggilan-Nya terkadang datang dari jalan yang tidak pernah disangka hambanya. Cukup banyak cerita yang menggambarkan ketidakmampuan seseorang (dalam hal ini finansial), tapi toh akhirnya dia bisa juga melaksanakan ibadah haji

  1. Mendahulukan amalan wajib

Di sinilah fungsi penting manasik haji. Stimulasi yang diadakan selama manasik dapat memberikan gambaran kepada calon jemaah haji (bukan hanya teori tetapi juga praktik) mengerjakan segala amalan haji. Dalam manasik dijelaskan pula rukun, wajib, sunah, serta amalan yang dilarang selama melaksanakan ibadah haji.

Rukun haji meliputi:

kalender
  • Ihram (berniat memulai mengerjakan haji)
  • Wuquf (hadir di padang Arafah pada waktu yang telah ditentukan yaitu mulai dari tergelincir matahari –waktu zuhur– tanggal 9 sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah)
  • Tawaf (berkeliling Ka’bah)
  • Sai (berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah).

Wajib haji di antaranya adalah:

  • Ihram dari Miqat
  • Berhenti di Muzdalifah sesudah tengah malam di malam Idul Adha sesudah hadir di padang arafah
  • Melontar Jumrat Al Aqabah pada Idul Adha
  • Melontar tiga jumrah
  • Bermalam di Mina
  • Tawaf wada (tawaf sewaktu akan meninggalkan Mekah)
  • Menjauhkan diri dari segala larangan atau yang diharamkan (muharramat)

Sedangkan sunah haji, yaitu:

  • Mengerjakan salah satu model haji (Ifrad, Tamattu, atau Qiran)
  • Membaca talbiyah dengan suara keras bagi laki-laki
  • Berdoa setelah membaca talbiyah
  • Membaca zikir sewaktu tawaf
  • Shalat dua rakaat setelah tawaf
  • Masuk ke Ka’bah

Dengan mengetahui kategori amalan-amalan dalam ibadah haji, kita dapat memfokuskan waktu dan tenaga pada amalan yang benar-banar harus kita laksanakan. Membuang-buang waktu dan tenaga untuk hal-hal yang tidak terlalu penting dapat berisiko terkurasnya waktu dan tenaga sehingga tidak dapat mengerjakan amalah yang seharusnya kita jalankan.

Bagi jamaah haji perlu mewaspadai “Joki” Hajar Aswad   . . . . .

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment