Pentingnya Mengenalkan Media Sosial Yang Sehat Pada Anak

318

Oleh:Dra.Elia Daryati R,Psi,M.Si*

PERCIKANIMAN.ID – – Ada sebagian orang berpendapat bahwa hidup dijaman dulu rasanya lebih mudah daripada dijaman sekarang.alasannya dulu kehidupan lebih alami dan kehidupan sosial masih erat dan akrab dengan sesame. Anak-anak sekarang hidup dalam era teknologi yang berkembang dengan pesatnya. Meski dari satu sisi, kehidupan sekarang jauh lebih mudah dengan bantuan teknologi namun dampak buruk atau sisi negatifnya juga tidak kalah besarnya. Teknologi termasuk didalamnya media,dalam hal ini media sosial (facebook,twitter dan sebagainya) selalu menghadirkan dua sisi yakni positif dan negatif. Banyak kasus kriminal yang menjerat pemilik akun berawal dari media sosial. Demikian juga banyak maanfaat yang dapat didapat dari media sosial ini,sepertinya tersebarnya informasi dengan cepat,jalinan pertemanan (silaturrahim) yang luas menembus batas waktu dan wilayah. Kehadirannya tidak bisa disamaratakan atau pukul rata pada sisi negatifnya semata. Bagaimana pun dalam era digital seperti saat ini kehadiran media sosial adalah sebuah keniscayaan.

alquran muasir

Yang perlu dilakukan para orang tua adalah menyiapkan diri dan terlibat secara positif, bukan alergi atau menghindar. Menyiapkan diri termasuk didalamnya adalah  belajar menggunakannya sehingga tidak ketinggalan jaman dan ketika anak bertanya maka orang tua mampu menjawab sekaligus menjelaskannya dengan sebisa mungkin,akan lebih baik jika mahir.

Saat Tepat Anak Dikenalkan Media Sosial.

Segala sesuatunya pasti ada waktu atau masanya untuk bisa mengerjakan atau memasuki sebuah aktivitas. Begitu juga dengan akvitas yang akan dilakukan di media sosial. Sebenarnya acuan atau aturannya sudah jelas, karena kebanyakan media sosial berbasis pada akun surat elektronik (electronic mail/e-mail) dimana salah satu ketentuan atau batasan seseorang boleh mempunyai e-mail adalah berusia minimal 18 tahun.

kalender

Batasan umur tersebut bukan tanpa maksud dan tujuan,yang tentu saja berjuan baik. Pada usia demikian seorang anak sudah dianggap cukup dewasa untuk bisa mengerti baik buruk terhadap segala sesuatu. Dengan demikian harapannya anak sudah mempunyai kemampuan memproteksi diri terhadap hal negatif yang mungkin saja ia temukan atau jumpai,sehingga mampu menghindarinya.

Meski demikian tidak sedikit ditemukan anak-anak dibawah umur yang sudah mempunyai e-mail atau media sosial dengan cara memalsukan identitas. Hal ini tentu saja patut disayangkan dan bukanlah hal yang baik jika tujuannya tidak positif. Untuk itu tidak ada salahnya anak dikenalkan dengan media internet sesuai dengan kebutuhan. Segala bentuk teknologi pada dasarnya diciptakan bertujuan untuk mempermudah segala urusan manusia sehingga sang pengguna akan maju dan berkembang.Begitu juga dengan teknologi informasi dalam hal ini media sosial

Anak Dikatakan Keranjingan Pada Media Sosial.

Apa pun jika dilakukan secara berlebihan dan diluar batas kewajaran tentu bukanlah hal yang baik. Islam sendiri telah mengajarkan agar ummatnya tidak melakukan sesuatu hal secara berlebihan. Pun demikian dengan penggunaan atau aktivitas di media sosial, jika dilakukan secara berlebihan tentu hasil atau dampaknya tidak baik bagi anak.  Seorang anak bisa disebut telah ketagihan atau keranjingan jika ia sudah menunjukkan gejala dan prilaku yang negatif.

Salah satu tandanya yaitu ia nampak begitu gelisah ketika tidak bisa mengakses media sosial dalam hitungan menit atau jam. Kegelisahan tersebut juga sudah masuk kategori berlebihan dan tidak wajar. Selain itu bisa dilihat atau diperhatikan dari prestasi belajar yang akan menurun. Hal ini karena anak sudah kecanduan dan merasa ketergantungan (addic) seperti seperti pada kasus kecanduan narkoba.

Beberapa ahli psikologi mengkategorikan bahwa seorang anak disebut kecanduan game jika ia memainkannya selama 15 jam dalam seminggu atau lebih dari 2 jam per hari. Untuk itu orang tua juga perlu memperhatikan seberapa lama anak melakukan aktivitas media sosial setiap harinya. Jika sudah dianggap berlebihan maka tidak ada salahnya ia dingatkan agar tidak semakin ketagihan.

Ajarkan ia berinteraksi yang sehat di medsos dengan cara sebagai berikut . . . . . .

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment