Ini Alasan Kenapa Mesti Menikah dan Berketurunan ?

175

PERCIKANIMAN.ID – – Sejak awal Allah menciptakan alam dan seisinya telak ditakdirkan dengan berpasangan.Di mana lelaki pasanganya wanita, langit pasangannya bumi, matahari pasangannya bulan, siang pasangannya malam, bawah pasangannya atas, hujan dengan kemarau. Hal ini tentu tidak bisa dianggap hanya sebuah kebetulan semata. Alam semesta inipun sejak diciptakan dalam berpasangan baik wujud hingga berupa sifat.

Sebagai seorang muslim kita meyakini  bahwa Allah Swt telah menciptakan segala sesuatu di dunia ini dalam keadaan berpasang-pasangan. Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam ,tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan. Allah berfirman:

alquran muasir

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” (QS.Yaa Siin:36)

Dalam ayat lain Allah juga tegaskan bahwa segala sesuatu telah diciptakan dalam hidup berpasangan.

 “Dan dari tiap-tiap sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan.” ( QS.Az-Zaariyaat : 49)

kalender

Ayat ini merujuk kepada benda-benda yang bukan hanya manusia yang hidup berpasangan melainkan juga pada makhluk hidup lain seperti, binatang, tumbuh-tumbuhan dan sebagainya. Namun sebagai makhluk yang diberi anugerah akal dan pikiran serta hidayah agama,manusia dalam hidup berpasangan harus mengikuti aturan yang berlaku. Sebagai seorang muslim artu dari hidup berpasangan tersebut adalah hidup bersama antara laki-laki dengan wanita yang terhimpun dalam rumah tangga yang sebelumnya diawali dengan proses pernikahan secara islami atau sesuai aturan Islam yang berdasar pada Al Quran dan Hadits.Setelah mengalami proesesi tersebut maka keduanya disebut sebagai suami istri.

Pernikahan yang dalam pandangan Islam adalah sebuah kegiatan atau proses atau fase yang sacral dalam perjalanan hidup. Untuk itu dalam memasukinya diberi rambu-rambunya oleh Allah SWT  dan telah dicontohkan oleh Rasulullah demi kebaikan manusia itu sendiri.

Oleh karena itu, kita dapati pada diri Rosulullah SAW suri tauladan dan contoh yang baik lagi sempurna bagi ummatnya. Seluruh aspek kehidupan manusia kalau kita melihat pada diri Rosulullah SAW,makaakan kita dapati contohnya dari beliau SAW. Allah ta”ala telah berfirman:

” Telah ada pada diri Rosulullah SAW suri tauladan yang baik bagi kalian.” (QS.Al Ahzab ayat 21)

Atas dasar ini, maka wajib bagi kita untuk mengikuti Rasulullah SAW pada seluruh aspek kehidupannya.Termasuk dalam urusan pernikahan dan rumah tangga, Islam amat sangat memperhatikan perkara ini, karena rumah tangga merupakan institusi terkecil dan penting dalam kehidupan sosial masyarakat, yang menjadi tolok ukur baik tidaknya sebuah masyarakat. Pernikahan juga merupakan perkara yang amat esensi bagi manusia, seluruh manusia mempunyai insting seksual, jika hal ini tidak di atur maka bisa menjadi liar seperti binatang. Inilah keindahan Islam, pernikahan menjadi ibadah dan berkah ketika kita berupaya berkesesuain dengan syari’at Islam.

Dalam Al Quran sendiri terdapat lebih dari 140 berbicara tentang urusan rumah tangga, hal ini menunjukkan perhatian Islam yang besar terhadap rumah tangga atau kehidupan suami istri, kalau kita rinci antara lain perkara-perkara tersebut meliputi  pandangan Islam tentang pernikahan,hikmah dan tujuan disyari’atkannya menikah,cara atau petunjuk memilih calon pasangan ,rambu-rambu dalam acara pernikahan (walimah) serta pernik-pernik kehidupan rumah tangga.

Dalam Hadits Rasulullah juga banyak terdapat tentang kehidupan rumah tangga,seperti anjuran menikah,kriteria memilih pasangan hidup hingga masalah pesta pernikahan (walimahan). Begitu juga dalam lingkup Negara dimana pemerintah telah mengatur soal pernikahan tersebut yang tertuang dalam Undang-undang Perkawinan. Hal ini menunjukan bahwa pernikahan bukan suatu perkara yang sepele.

Tujuan Pernikahan Dalam Pandangan Islam

Apapun aktivitas yang dilakukan manusia dapat dipastikan mempunyai tujuan. Orang bekerja setiap hari tujuannya untuk mencari nafkah dan terpenuhi kebutannya. Orang berolah raga bertujuan untuk tetap sehat dan bugar. Demikian juga orang menikah atau hidup berumah tangga pasti mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Dalam Islam sendiri setidaknya ada beberapa aspek akan tujuan pernikahan antara lain:

  1. Terpenuhinya Tuntutan Naluri Manusia Yang Asasi

Allah telah menciptakan makhluk-Nya dengan berlainan jenis maka salah satu anugerah yang diberikan kepadanya adalah adanya dorongan seksual. Sudah merupakan fitrah manusia untuk mencintai lawan jenis, baik pria maupun wanita. Allah sendiri berfirman :

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan –perempuan, anak-anak, …”  (QS.Ali Imran:)

Perkawinan atau pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan tersebut yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang perkawinan), bukan dengan cara yang munkar seperti  dengan berpacaran, kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam. Dengan pernikahan yang sah menurut tuntunan syariat Islam inilah salah satu yang membedakan antara manusia dengan makhluk lain dalam urusan hubungan lawan jenis. Dan satu-satunya solusi yang ditawarkan adalah melalui ikatan suci pernikahan. Bahkan kedudukan nikah dijelaskan oleh Rasulullah SAW:

Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”. (HR. Thabrani dan Hakim).

  1. Terbentuknya dan Membentengi Akhlak Yang Luhur

Sasaran utama dari disyari’atkannya pernikahan dalam Islam di antaranya ialah untuk membentengi martabat dan harkat manusia dari perbuatan kotor dan keji. Islam memandang pernikahan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara kaum muda generasi Islam dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment