Agar Selalu Cantik Luar Dalam, Hindari Dandan Yang Beginian

297b

PERCIKANIMAN.ID – – Sudah menjadi kodratnya bahwa kaum hawa atau wanita suka berdandan. Bagi yang sudah menikah maka berdandan untuk menyenangkan dan membahagiakan suami justru sangat dianjurkan. Sementara bagi yang masih gadis diperbolehkan berdandan sepanjang diniatkan untuk mensyukuri karunia-Nya,bukan dalam rangka untuk sombong dengan kecantikannya. Juga dilarang berdandang untuk menggoda lawan jenis dan yang dapat menimbulkan syahwat lelaki yang melihatnya. Selain itu ada bebarapa larangan dalam berdandan dan berhiasan karena di haramkan serta bertentangan dengan ajaran Islam. Misalnya mengikuti cara berdandan wanita kafir yang tidak pernah salat, wudu, dan tidak menjalankan syariat Islam

Dalam Islam segalanya telah diatur termasuk dalam urusan berhias diri khususnya bagi wanita. Berikut dandan dan berhias yang diharamkan menurut Islam.

alquran muasir
  1. Dandan yang berlebihan.

Dalam ajaran Islam sangat tegas dan melarang suatu perbuatan yang dilakukan secara berlebihan. Sementara berlebihan dalam berhias akan dikategorikan dengan menghabiskan waktu yang cukup lama dan mensia-siakan waktu yang sebenarnya bisa untuk aktivitas lain yang bermanfaat seperti membaca Al-Qur’an. Aktivitas berhias diri yang berlebihan juga akan boros uang dalam membeli kosmetik, pakaian serta aksesoris hiasan. Allah telah melarang sifat boros ini

Wahai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allâh tidak menyukai orang-orang yang berlebihan”. (QS.Al-A’râ :31)

Sesungguhnya pemborosan itu adalah saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya,” (QS. Al-Israa: 27).

kalender
  1. Bertat0

Tato yaitu memberi tanda atau gambar pada muka dan kedua tangan atau bagian tubuh lainnya dengan aneka warna dalam bentuk ukiran. Ada sebagian orang-orang, khususnya kaum perempuannya yang mentato sebagian badannya untuk tujuan seni dan sebagainya. Bahkan bagi para pengikut aliran kepercayaan atau komunitas tertentu membuat tato pada tubuh menjadi sebuah kewajiban. Dalam ajaran agama animism atau pun dinamisme tato merupakan bentuk persembahan kepada Dewa dengan lambang-lambang agama mereka, misalnya orang-orang Kristen melukis salib di tangan dan dada mereka atau kelompok pendudukung Nazi dengan lambangnya

Perbuatan-perbuatan yang rusak ini dilakukan dengan menyiksa dan menyakiti badan, yaitu dengan menusuk-nusukkan jarum pada badan orang yang ditato itu. Semua ini menyebabkan laknat, baik terhadap yang mentato ataupun orang yang minta ditato.

Padahal tato  adalah perbuatan haram dan dilaknat oleh Rasulullah Saw seperti tersebut dalam hadisnya:

“Rasulullah s.a.w. melaknat perempuan yang mentato dan minta ditato, dan yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya”. (HR At-Thabarani)

Dalam riwayat lain Rasulullah Saw juga bersabda

Allah melaknat wanita yang membuat tato dan meminta ditato, yang mencabut bulu alis dan meminta dicabut, yang merenggangkan gigi dan memperindahnya, serta wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah.” (Mutafakuh alaih).

Dalam ilmu kesehatan mentato tubuh juga terbukti sangat tidak sehat karena kulit akan rusak serta melukai bagian bawah kulit. Selain itu besi dan sejenisnya yang dipakai untuk mentato yang tidak steril akan mudah menularkan penyakit kepada orang lain.

  1. Menyambung rambut

Bagi sebagian orang ada anggapan wanita yang memiiki rambut panjang akan dinilai wanita yang anggun dan cantik. Untuk itu bagi wanita yang memiliki rambut pendek akan berusaha memiliki rambut panjang dengan cara menambah atau menyambungnya. Padahal Allah Swt melalui lisan Rasulullah Saw telah melarang perbuatan demikian. Dalam sebuah hadis dengan tegas Rasulullah Saw telah mengingatkan umatnya.

Dari Abu Hurairah, bahwa seorang perempuan datang kepada Nabi saw,, lalu katanya : “ Wahai Rasulullah, sesungguhnya anak perempuanku akan menjadi pengantin, sedang rambutnya telah rusak karena penyakit campak, maka bolehkan aku menyambungnya ? Nabi saw. Menjawab : “ Allah melaknati orang yang menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tatoo dan orang yang minta di tattoo.”(HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Dalam Kitab Nailul Authaar dikatakan bahwa menyambung rambut itu diharamkan karena laknat itu dikenakan pada yang terlibat didalamnya. Dalam hal ini Imam Nawawi berpendapat: inilah kenyataan yang dipilih. Dia berkata : sahabat-sahabat kami telah menjelaskannya,kata mereka: Bila perempuan menyambung rambutnya dengan rambut manusia maka hal itu jelas haramnya, dan tidak di perselisihkan lagi; baik yang disambungkan itu rambut dari lelaki, perempuan, rambut muhrimnya, rambut suaminya atau rambut yang lainnya, tanpa diperselisihkan lagi karena keumuman dalil-dalil tersebut.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment