Tips Agar Anak Melewati Masa Pubertas Dengan Aman

0
128

Dalam Islam sendiri kita kenal dengan istilah masa aqil baligh yang secara fisik maupun psikis tidak jauh beda dengan bahasan psikologis. Pada masa ini seorang anak sudah ditekankan  untuk shalat wajib. Selain itu sudah pula dipisahkan tempat tidurnya dan dijelaskan batasan aurat yang boleh dan tidak boleh terlihat orang lain. Dengan demikian persiapan akil baligh merupakan hal yang mutlak dilakukan orang tua, agar anak segera dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang dialaminya. Adapun persiapan tersebut meliputi :

.Pertama, penanaman iman.

iklan

Iman merupakan pendidikan awal yang harus diberikan orang tua. Karena iman merupakan modal dan benteng bagi anak dalam menghadapi ujian hidup. Termasuk didalamnya budaya-budaya tidak islami akan disaring oleh iman. Dengan iman, anak akan selektif dan memiliki pengendalian terhadap berbagai perilaku buruk. Ia menyadari bahwa perilaku buruknya akan merugikan dirinya sendiri dan diperhitungkan di yaumil akhir. Dengan nilai-nilai iman, anak memiliki sensor untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk. Ia akan secara sadar merasakan adanya pengawasan Allah. Disinilah kemudian muncul tanggung jawabnya sebagai seorang individu yang matang.

.Kedua, penanaman akhlaq.

Orang tua harus mengajarkan anak adab-adab sejak dini karena mengajarkan adab pada saat anak sudah baligh jauh lebih sulit karena pada tabiat anak pada masa ini sulit diatur. Dengan pengajaran adab, anak akan berperilaku yang seharusnya sesuai dengan yang diajarkan oleh agama. Bagaimana seharusnya perempuan berperilaku, berbicara, bagaimana pula seorang laki-laki mengendalikan nafsunya, menjaga mulut dan kelaminnya, bagaimana adab pergaulan laki-laki dan perempuan, anak sudah terlatih menjaga hubungannya dengan lawan jenis.

.Ketiga, persiapan aqliyah.

Dalam masa akil baligh, pertumbuhan fisik anak berkembang jauh lebih pesat ketimbang akal dan mentalnya. Sekalipun fisiknya sudah menyerupai orang dewasa, namun akal dan mentalnya masih seperti anak-anak. Maka akal dan mentalnya harus senantiasa diisi dan diasah agar anak terbiasa berpikir, memecahkan persoalan-persoalannya, mengambil keputusan terhadap urusannya, menentukan pilihan hidupnya sesuai dengan ajaran agama. Anak memiliki kepercayaan diri yang kuat dan tidak tergantung kepada orang tua ataupun orang lain. Dengan kemandiriannya anak akan memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay