Apakah Jemaah Calon Haji Harus Tetap Kurban di Tanah Air?

haji

kalau memang merasa mampu, silakan untuk berkurban. Mereka dapat menitipkan kurbannya  di Tanah Air. Adapun keharusan menyembelih hewan ternak di Tanah Suci, itu merupakan bagian dari ibadah haji, yaitu dam atau hadyu.

Dam atau hadyu ini kaitannnya dengan Haji Tamattu. Bagi orang Indonesia, haji yang paling afdhal itu adalah Haji Tamattu, karena kita datang ke sana tidak membawa binatang sembelihhan. Memang tidak mungkin bagi jemaah dari Indonesia untuk membawa binatang sembelihan ke Tanah Suci. Oleh karena itu, bagi jemaah kita afdhalnya haji tamattu, yaitu melaksanakan umrah terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan ibadah haji.

Saudara-saudara kita yang sudah ke sana, dari Madinah kemudian ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah. Selesai ibadah umrah, mereka menunggu sampai datang waktu haji, yaitu tanggal 8 Dzulhijjah. Nah kalau kita melaksanakan haji tamattu seperti ini, maka harus menyembelih hadyu. Jadi kalau pun jemaah calon haji menyembelih hewan, ini kaitanya dengan dam.

Jadi mereka yang berhaji, bisa melaksanakan kurban dengan menitipkan hewan kurban di Tanah Air, jika memang termasuk orang yang mampu. Hal ini perlu saya tegaskan karena banyak orang yang beranggapan bahwa mereka yang berhaji melaksanakan kurbannya di Tanah Suci. Padahal, penyembelihan di sana terkait ibadah haji bukan ibadah kurban yang memang harus dilakukan di negerinya sendiri berdasakan hadits Nabi di atas .  Wallahualam.

BACA JUGA : Bolehkah Berkurban untuk Laksanakan Niat Orangtua yang Sudah Meninggal?

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

(Visited 1,067 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment