Tips Bisa Kurban Dengan Gaji UMR, Begini Caranya

301c

PERCIKANIMAN.ID – – Berkurban di Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji merupakan momen yang dinanti-nanti oleh para umat Muslim. Pasalnya, berkurban bukan saja bukti rasa syukur atas segala nikmat dan rezeki yang telah diterima selama ini, melainkan juga merupakan wujud kepedulian umat Islam terhadap sesama manusia. Banyak umat Muslim berpenghasilan menengah ke bawah pun ingin berkurban. Sayangnya, faktor ini menjadi penghalang utamanya. Belum lagi harga hewan kurban yang dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Akan tetapi, jika memang memiliki tekad bulat, faktor-faktor ini pun menjadi tidak berarti.

Perencana Keuangan Andy Nugroho mengatakan individu yang berpenghasilan di kisaran Upah Minimum Regional (UMR), tetapi sangat berkeinginan untuk berkurban, sebaiknya dana yang disiapkan harus disesuaikan kemampuan menabung Anda. Semakin mahal harga hewan kurban yang Anda inginkan, maka semakin besar pula dana yang harus disisihkan. Namun, besaran persentase dari penghasilan yang harus disisihkan idealnya sebesar 10 persen dari penghasilan bulanan Anda. Tujuannya adalah agar tidak mengganggu kebutuhan lainnya.

alquran muasir

“Disiapkan sesuai dengan kemampuan menabung masing-masing individu. Makin mahal kurban yang kita inginkan, maka bisa semakin lama dan atau semakin besar pula dana yang harus kita sisihkan tiap bulannya,” ujarnya dilansir Okezone, di Jakarta, Senin (29/8/2016).

Masih kata Andy, Anda juga bisa melakukan strategi untuk mengurangi dana yang dibutuhkan dengan cara mencari harga hewan kurban yang lebih terjangkau. Misalnya, mencari hewan kurban yang ditawarkan oleh lembaga atau yayasan pengelola zakat.

“Pengalaman saya, hewan kurban yang disediakan oleh lembaga atau yayasan pengelola zakat harganya lebih murah dibandingkan dengan yang kita beli langsung ke pedagang hewan kurban. Dan harga hewan yang berada di daerah biasanya lebih murah dibandingkan dengan yang sudah dibawa ke Jakarta ataupun kota besar,” tuturnya.

kalender

Sementara untuk kurban sapi yang harganya jauh lebih besar dari harga kambing. Untuk itu, dibutuh modal yang sangat besar maka Andy menyarankan bisa menabung atau patungan bersama kawan.

“Tapi hal tersebut tidak dilarang juga bila dananya memang ada dan orang yang melakukan memang benar-benar mengimani bahwa kurban yang dia lakukan tidaklah sia-sia. Langkah pertama bila ingin berkurban sapi secara sendirian, tentu harus menabung yang lebih banyak dan atau lebih lama,”imbuhnya.

Jika berkurban sapi secara individu masih Anda rasa berat, alternatif lainnya bisa dengan cara mengajak keluarga, teman, atau rekan sejawat untuk bersama-sama membeli sapi kurban. Apalagi secara syariat Islam cara ini diperbolehkan, dengan catatan maksimal jumlahnya sebanyak tujuh orang.

“Harga per individunya pun relatif sama dengan bila kita membeli seekor kambing. Berpatungannya boleh dengan siapa saja, bahkan bila kita tidak memiliki teman atau saudara yang bisa diajak patungan, maka pihak pengelola kurban biasanya yang akan mencarikan teman untuk berpatungan bagi kita,” katanya.

Sementara itu, bagi Anda yang ingin menyiapkan dana kurban pada tahun mendatang, maka ada cara sederhana agar hal ini terealisasi. Langkah pertama adalah menghitung besaran dana yang dibutuhkan untuk berkurban. Misalnya harga kambing kurban saat ini di kisaran Rp2,5 juta per ekor, kemudian dibagi 12 bulan, maka per bulannya Anda diharuskan menabung sekitar Rp200 ribu per bulan. Anda juga bisa menerapkan perhitungan ini pada harga sapi. Jumlah ini bisa jadi merupakan 10 persen dari penghasilan yang dapat disisihkan per bulannya.

“Nah, bagi seseorang yang memiliki penghasilan lebih besar, tentu jumlah yang disisihkan tiap bulannya bisa lebih besar, ataupun waktu menabungnya bisa lebih singkat. Namun bila dirasakan bahwa jumlah tersebut masih terlalu besar, maka akan lebih bijak apabila waktu menabungnya diperpanjang semisal menjadi 24 bulan, sehingga jumlah yang ditabung tiap bulannya bisa menjadi lebih kecil,” papar Andy.

Berinvestasi pun dikatakan Andy, bisa menjadi alternatif lainnya. Disarankan, Anda mencari produk investasi yang memiliki risiko rendah atau sedang dan gampang dicairkan.

“Bila tabungan yang dikumpulkan akan diwujudkan dalam bentuk investasi, maka carilah produk investasi yang berisiko rendah atau sedang dan gampang dicairkan, semisal dalam bentuk logam mulia, reksa dana pasar uang ataupun pendapatan tetap,”pungkasnya. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment