Penuhi Panggilan Polda Jabar, Jeprie Jelaskan Dugaan Penyimpangan Guru Utama LSBD HI

mapolda-jabar

PERCIKANIMAN.ID – – Mohammad Jeprie memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Dit Reskrimsus) Polda Jabar guna dimintai keterangan terkait dugaan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Dicky Zainal Arifin selaku guru utama Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI).

“Iya  tadi ditanya sekira delapan pertanyaan atas dugaan pencemaran nama baik tersebut,”ujar Jeprie di Mapolda Jabar usai memberi keterangan , Selasa (30/8/2016).

alquran muasir

Menurutnya pihak penyidik meminta keterangan dan penjelasan soal laporan dugaan pencemaran nama baik tersebut terkait ajaran pelapor kepada murid-muridnya termasuk dirinya yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam yang sesungguhnya. Jeprie menjelaskan pelapor merasa dicemarkan nama baiknya terkait unggapannya di dunia maya dan beberapa pemberitaan media online yang mengungkap banyak fakta tentang paham-paham pelapor.

“Misalnya soal pernyataan pelapor yang mengajak jamaah umroh untuk sujud akselerasi sel,”jelas Jeprie yang juga mantan aktivis LSBD HI tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya bersama para mantan aktivis LSBD HI yang jumlahnya puluhan sejak awal tidak bermaksud membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Justru sebaliknya ingin berdiskusi dan meluruskan pemahaman yang menyimpang tersebut.

kalender

“Secara pribadi kami tidak ada masalah dengan pelapor, yang kita persoalkan adalah pemahamannya. Sebenarnya jika pelapor mau berdiskusi dan mampu menunjukkan dalil-dalilnya atau pelapor mengakui kekeliruannya sudah selesai,”jelasnya.

Jeprie pun telah menyiapkan bukti-bukti baik tulisan, rekaman maupun video terkait dugaan pencemaran nama baik oleh dirinya kepada pelapor. Bahkan teman-temannya yang notabene para mantan murid pelapor justru akan balik melaporkan kepada aparat penegak hukum.

“Ke MUI Jabar sudah kita laporkan dan kita juga siapkan proses hukum selanjutnya untuk membuktikan nama dia atau nama Rasul yang justru dicemarkan,”tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Mohammad Jeprie telah dilaporkan oleh Bintang Yalasena ke Polda Jabar pada 21 Juni 2016. Dari laporan tersebut ada dugaan Jeprie telah melakukan tindak pidana  yang memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik sehingga menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan (UU No.11 tahun 2008 tentang ITE pasal 27 ayat 3 dan pasal 28 ayat 2) yang diduga terjadi pada tanggal 3 Juni 2016 di Kota Bandung. [ ]

Rep: iman

Editor: candra

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment