Perlunya Orangtua Memahami Faktor Tumbuh Kembang Anak

keluarga,

Oleh: Eddy Fadlyana, dr., SpA(K)., M Kes*

 

PERCIKANIMAN.ID – -Pertumbuhan ialah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler. Ini berarti bertambahnnya ukuran fisik dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan. Jadi, bersifat kuantitatif sehingga dapat kita ukur dengan mempergunakan satuan panjang atau satuan berat.

alquran muasir

Perkembangan ialah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, jadi bersifat kualitatif yang pengukurannya jauh lebih sulit daripada pengukuran pertumbuhan. Dalam nilai perkembangan, secara umum ada empat aspek yang dinilai, yaitu:

  • Perilaku sosial (personal sosial): aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan.
  • Gerakan motorik halus: aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat.
  • Bahasa: kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, mengikuti perintah, dan berbicara spontan.
  • Gerakan motorik kasar: aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang

Pada umumnya, anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang normal dan ini merupakan hasil interaksi banyak faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.

kalender

1.Faktor internal

Perbedaan ras/etnik atau bangsa, keluarga, umur, jenis kelamin, kelainan genetik, kelainan kromosom.

2.Faktor eksternal/lingkungan

2.1 Faktor Pranatal

Gizi, mekanis, toksin/zat kimia, endokrin, radiasi, infeksi, kelainan imunologi,   anoksia embrio, psikologi ibu. Kedmudian yang tak kalah pentingnya adalah faktor persalinan dan faktor pascanatal

Gizi, penyakit kronis/kelainan kongetial, lingkungan fisi dan kimia, psikologis, endokrin, sosio-ekonomi, lingkungan pengasuhan, stimulasi, obat-obatan.

Faktor manakah yang paling berperan, apakah intrinsik atau ekstrinsik? Para ahli berdebat panjang mengenai hal ini, akan tetapi pada saat ini kita sudah sepakat bahwa faktor ekstrinsik lebih berpengaruh dibandingkan instrinsik, serta faktor ekstrinsik yang sangat dominant adalah faktor gizi/nutrisi dan stimulasi.

Gizi dan Nutrisi

Berbagai penelitian mengungkapkan korelasi positif antara gizi, terutama pada masa pertumbuhan pesat, dengan perkembangan fungsi otak. Ini berlaku sejak anak masih berbentuk janin dalam rahim ibu. Pada janin, terjadi pertumbuhan otak secara proliferatif (bertambahnya jumlah sel), artinya terjadi pembelahan sel yang sangat pesat. Kalau pada masa itu asupan gizi pada ibunya kurang, asupan gizi pada janin juga kurang. Akibatnya, jumlah sel otak menurun, terutama cerebrum dan cerebellum, diikuti dengan penurunan jumlah protein, glikosida, lipid, dan enzim.

Fungsi neurotransmitter-nya pun menjadi tidak normal. Seiring bertambahnya usia janin atau bayi, bertambah pula bobot otak. Ukuran lingkar kepala juga bertambah. Karena itu, untuk mengetahui perkembangan otak janin dan bayi berusia kurang dari setahun, dapat dilakukan secara tidak langsung, yakni dengan mengukur lingkar kepala janin.

Begitu lahir pun, faktor gizi masih tetap berpengaruh terhadap otak bayi. Jika kekurangan gizi terjadi sebelum usia 8 bulan, tidak cuma sel yang berkurang, ukuran sel juga mengecil. Saat itu sebenarnya terjadi pertumbuhan hipertropik, yakni pertambahan besar ukuran sel. Penelitian menunjukan, bayi yang kekurangan kalori protein (KKP) memiliki berat bobot otak 15–20% lebih ringan dibandingkan bayi normal. Defisitnya bahkan bisa mencapi 40% bila KKP berlangsung sejak berwujud janin. Karena itu, anak-anak penderita KKP umumnya memiliki IQ rendah. Kemampuan abstraktif, verbal, dan mengingat mereka lebih rendah daripada anak yang mendapatkan gizi baik.

Pentingnya gizi dan stimulasi dalam tumbuh kembang anak seperti ini . . . . . . ..

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment