Waspadai Sifat Sombong Sumber Kesalahan, Ini Akibatnya

302

Oleh: Syarif Hidayat*

 

Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah rahimahullâh di dalam kitab Al-Fawâid (2006 : 72) menjelaskan tiga perkara yang menjadi sumber kesalahan manusia. Beliau mengatakan, asal-usul kesalahan ada tiga, yaitu al-kibru, al-hirshu, dan al-hasadu. Al-kibru yang dimaknai kesombongan adalah penyebab Iblis dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’âlâ, sebagaimana firman Allah Swt di dalam Al-Qur’an:

alquran muasir

Iblis membangkang serta menyombongkan diri, dan dia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Q.S. al-Baqarah: 34)

Sifat ini kemudian dimiliki oleh Fir’aun Sang Raja tiran di zaman Nabi Musa ‘alaihi al-Salâm yang dengan bangganya mengikrarkan diri sebagai tuhan yang paling tinggi. Ketakabburan seperti ini tak pelak lagi menyebabkan manusia menjadi kufur sejati. Kekufuran yang timbul dilantarankan tidak mau menerima kebenaran yang datang dari pihak lain. Oleh karena itu, ketika Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam menjelaskan hakikat kibr maka beliau bersabda:

Kibr (sombong) adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (H.R. Muslim, Abu Daud, dan Hakim)

kalender

Dengan demikian, inti kekufuran ternyata bersumber dari keangkuhan yang tidak rela menerima kebenaran meskipun mungkin secara lahiriah mereka boleh jadi bersikap sopan dan santun, tetapi jika mereka tetap dalam kekufuran berarti hakikatnya ia masih memiliki sifat takabbur. Untuk itu, Syaikhul Islam Ibn Taimiyah rahimahullâh mengatakan, sesungguhnya dosa besar yang paling besar adalah kekufuran dan ketakabburan. Hal ini, menurut beliau, disebabkan dua dosa inilah yang menjadi sumber dari setiap dosa pada manusia dan jin, dan sesungguhnya Iblislah yang pertama kali melakukan hal ini yang menjadi pangkal bagi dosa-dosa yang lainnya. (Ibn Taimiyyah, Tazkiyah Nafsi, Jakarta: Dar Sunnah, 2012, hlm. 321)

Hujjatul Islam Imam al-Ghazali rahimahullâh menguraikan secara gamblang  dampak negatif dari sifat takabbur ini sebagai berikut:

1.Terhalang dari kebenaran dan buta hati dari pengetahuan tentang ayat-ayat Allah dan memahami hukum-hukumnya. Allah Ta’âlâ berfirman,

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar, dari tanda-tanda kekuasaan-Ku.” (Q.S. Al-A’raf : 146)

Dan ayat lainnya: “Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.” (Q.S. Al-Mu’min: 35)

  1. Memperoleh kemurkaan dan kebencian Allah, sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (Q.S. Al-Nahl: 23)

Terkait dengan dampak negative ini, diceritakan bahwa Nabi Musa ‘alaihi al-Salâm bertanya, “Wahai Rabbku, siapakah makhluk yang paling membuat Engkau benci?” Allah berfirman, “Orang yang hatinya sombong, mulutnya kasar, matanya sipit (tidak pernah menangis), tangannya pelit, dan budi pekertinya buruk.”

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment