Jadikan Kurban Sebagai Media Belajar Anak

301b

Oleh:dr.Zulaehah Hidayati*

 

Sahabat Mapi pasti pernah berkurban. Ibadah yang satu ini ditunaikan setahun sekali tepat di Hari Idul Adha tanggal 10 Dzulhijah, yang merupakan puncaknya ibadah haji. Dalam sejarah, sebagaimana yang disampaikan dalam Al Qur’an, terdapat dua peristiwa dilakukannya ritual kurban yakni oleh Habil dan Qabil, putra Nabi Adam as, kemudian Nabi Ibrahim as saat akan mengorbankan Nabi Ismail atas perintah Allah SWT. Maka dalam sebuah hadist, kita yang memiliki kelapangan harta  diperintahkan untuk melaksanakan kurban.

promoawaltahun

“Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati tempat sholat Id kami.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah).
Di sini Allah SWT menguji kesungguhan kita untuk berkurban. Harga-harga barang kebutuhan yang terasa semakin melambung tinggi, dan berbagai angsuran utang atau cicilan harus kita lunasi. Harga hewan kurban pun juga merangkak naik setiap tahun membuat kita harus memutar otak dan mengatur strategi agar tetap bisa mendapatkan berkah kurban, namun tidak pula memaksakan diri karena yakin Allah SWT tidak akan memberatkan hamba-Nya. Dalam Al Quran Allah telah berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan karunia sangat banyak kepadamu,   maka sholatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah kurban.” (QS. Al-Kautsar: 1 – 2)
Banyak cara untuk melaksanakan ibadah kurban. Ada yang dititipkan kepada panitia-panitia kurban di masjid terdekat, ada juga yang lebih mudah lagi yaitu dengan mendonasikan sejumlah uang lewat rekening kepada lembaga pengelola kurban.  Namun, ada satu lagi pilihan berkurban yang bisa membuat ritual ini semakin kaya manfaat yaitu dengan melakukan sebagian atau seluruh prosesnya di rumah dan menjadikannya sebagai media pembelajaran bagi anak.

Misalnya, daging hewan kurban yang sudah disembelih kita minta sebagian untuk dipotong dan dibagi-bagi sendiri bersama anak-anak. Repot sepertinya, tapi sayang sekali dana yang kita keluarkan kalau tidak bermanfaat semaksimal mungkin termasuk untuk menjadi bahan pembelajaran untuk anak-anak. Berikut ini, berbagai cara penggunaan kegiatan kurban sebagai media belajar anak-anak :

  1. Belajar sejarah

Membacakan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bisa menjadi pengantar anak sebelum tidur membuat mereka paham hikmah kurban sehingga lebih termotivasi untuk pelaksanaan kegiatan esok harinya mulai dari Shalat Idul Adha sampai pembagian hewan kurban. Apapun gaya bercerita Ayah Bunda, anak akan tetap mendengarnya. Semua anak suka cerita, tapi yang lebih pasti bahwa semua anak suka bersama ayah bundanya.

kalender
  1. Latihan shalat

Berlatih shalat berjamaah saat Shalat Idul Adha tentunya menjadi lebih mudah. Anak melihat banyak anak-anak lain juga melakukannya sehingga lebih termotivasi. Juga mendorong mereka mandi di pagi hari dan memakai pakaian rapih dan bersih. Melatih dan membiasakan shalat membutuhkan media latihan berulang-ulang dan salah satu medianya adalah Shalat Idul Adha.

  1. Menabung

Berkurban bisa digunakan untuk media anak belajar tentang pentingnya menabung. Contoh dialognya bisa seperti berikut :
Umi : “Mas, harga domba ini Rp 1.800.000,-. “

Anak : “Wah, mahal ya Mi”

Umi : “Iya, tapi begitulah kurban. Allah menguji hambanya. Mana yang lebih disayang uang atau Allah. Mas tahu bagaimana caranya supaya Umi dan Abi bisa punya uang sebanyak itu?”

Anak : “Tahu lah…menabung, kan?”

Umi : “He he he pintar anak Umi”

  1. Bersilaturahmi

Bertegur sapa dan saling bersalaman sebelum dan setelah shalat Idul Adha, berkumpul saat proses kurban dari pemotongan sampai pembagian, memperlihatkan bagaimana anak mengenal silaturahmi dalam Islam.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment