Fanatisme Etnis (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 91-93) Bag 3

yahudi1

Oleh : Dr. Aam Amiruddin, M.Si

“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman), ‘Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!’ mereka menjawab, ‘Kami mendengar tetapi tidak mentaati.’ Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah, ‘Amat jahat perbuatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat).’” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 93)

alquran muasir

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, alasan kaum Yahudi tidak mengimani Nabi Muhammad Saw. ialah karena nabi ini bukan dari Bani Israel. Sedangkan mereka hanya beriman kepada nabi dari etnis mereka dan hanya mau menjalankan ajaran-ajaran kitab Nabi Musa, yaitu Taurat.

Akan tetapi, pada ayat-ayat sebelumnya, Al-Quran telah menerangkan beberapa contoh untuk membuktikan bahwa mereka bukan hanya tidak beriman kepada nabi mereka, yaitu Musa, tetapi juga menolak kitab Taurat dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kitab mereka.

Ayat ini juga mengingatkan salah satu dari contoh-contoh tersebut. Di Gunung Thur, Allah Swt. telah mengambil janji kepada Bani Israel dalam sebuah masalah dan meminta mereka untuk konsisten mengerjakannya. Namun, walaupun mereka mendengarkannya tetapi mengingkarinya. Hal itu terjadi karena syirik dan cinta dunia, contohnya kecintaan kepada anak sapi emas buatan Samiri, telah memasuki hati mereka; sehingga tidak ada tempat lagi untuk berpikir dan beriman. Yang mengherankan adalah walaupun mereka telah mengingkari semua janji mereka, tetapi mereka masih mengaku beriman.

kalender

Dalam membantah pengakuan mereka itu, Al-Quran memaparkan sebuah pertanyaan kepada mereka sebagai berikut, apakah iman kalian itu menginstruksikan supaya kalian melanggar perjanjian Allah? Kalian menyembah anak sapi dan kalian membunuh nabi-nabi ilahi, jika demikian, berarti iman kalian memberi perintah-perintah buruk kepada kalian. Wallahu a’lam.

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment