Obesitas, Antar Masalah Estetik dan Tak Sesuai Sunnah

299

Oleh: dr. Nur Fatimah, SpGK, MS*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Upaya penanganan obesitas tampak­nya tak pernah surut dari minat masyarakat. Beragam alasan untuk menurunkan berat badan. Masalah estetik merupakan masalah yang cukup dominan di masyarakat, tetapi tidak sedikit pula yang berupaya untuk menjaga kesehatan. Tanpa mengecilkan masalah estetik, alangkah baiknya kita telaah bagaimana hubungan antara obesitas dengan masalah kesehatan. Telah banyak diketahui, saat ini obesitas merupakan faktor resiko terhadap berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit lainnya yang sangat menurunkan produktivitas hidup dan mempunyai resiko kematian yang cukup tinggi di sebagian besar negara.

alquran muasir

Seseorang dikatakan obesitas bila mempunyai massa lemak tubuh berlebih. Massa lemak sendiri terdiri dari sel-sel lemak yang terbentuk dari sumber energi berlebih. Selain sebagai sumber energi, banyak manfaat yang kita dapat dari lemak seperti melindungi organ penting dalam tubuh, menjaga suhu tubuh, pelumas kulit dan rambut, membantu transpor dan penyerapan vitamin larut lemak. Lemak jenis kolesterol  berperan sebagai bagian dari dinding sel, bahan pembentuk cairan empedu dan hormon reproduksi. Sementara itu, manfaat lemak dalam makanan antara lain sebagai sumber asam lemak esensial yaitu lemak yang tidak dapat dibentuk dalam tubuh tapi sangat diperlukan, memberi rasa enak, dan memberi rasa puas/kenyang.

Tubuh yang sehat dan dapat menjaga keseimbangan semua proses kimiawi berjalan normal, salah satunya didukung oleh status gizi yang baik yang mempunyai komposisi berbagai zat gizi termasuk lemak dalam keadaan normal. Bila salah satu komponen tersebut kurang atau berlebih, maka cepat atau lambat akan mengganggu metabolisme tubuh sehingga lebih terkondisi untuk timbulnya suatu penyakit.

Walaupun komposisi lemak tubuh dapat dipengaruhi juga oleh faktor genetik, tetapi pola makan mempunyai peran yang cukup besar untuk dapat menimbulkan obesitas. Bila merujuk pada surat Al-a’raf ayat 31, ” ….makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. Maka kita mengetahui bahwa Allah menyediakan segala sesuatu di dunia ini untuk kebaikan manusia. Dalam kurun waktu yang cukup lama setelah lahirnya ayat tersebut, para ilmuwan membuktikan bahwa ayat tersebut memang untuk kebaikan manusia. Berbagai penelitian, baik pada level perjalanan penyakit degeneratif sendiri maupun pencegahan faktor resiko, terus berkembang.

kalender

Obesitas merupakan salah satu aspek yang juga banyak diteliti. Jaringan lemak yang dulu dianggap jaringan yang statis sebagai reservoar sumber energi, ternyata sangat dinamis, salah satunya merupakan lokasi yang potensial untuk sintesis dan aktivitas berbagai hormon dan mediator antara proses metabolisme. Hal yang cukup penting adalah jaringan adiposa merupakan jaringan potensial untuk proses peradangan. Berbagai fakta mengemukakan bahwa proses inflamasi baik di jaringan adiposa maupun di dinding pembuluh darah merupakan awal dari berbagai kelainan proses metabolisme dalam tubuh yang merupakan akibat jangka panjang proses peradangan tersebut.

Apakah proses peradangan merupakan sesuatu yang selalu dianggap buruk?. Satu hal lagi yang harus kita perhatikan, manusia dapat mempunyai kekebalan yang baik bila sistem imunitas kita selalu berespon cepat bila ada sesuatu yang menstimulusnya. Salah satunya adalah mediator peradangan yang dihasilkan oleh sel lemak. Pada orang dengan komposisi lemak normal/tidak obese, mediator yang dihasilkan hanya cukup untuk menjaga sistem immun tetap waspada tetapi tidak sampai menimbulkan kerusakan berantai sampai bermanifestasi menjadi satu penyakit. Tetapi hal tersebut tidak terjadi pada seorang dengan massa lemak berlebih. Semakin tinggi massa lemak maka akan semakin banyak mediator peradangan yang dihasilkan sehingga proses peradangan akan terus berlangsung.

Telah ditemukan pula bahwa pada penderita obesitas berbagai penanda peradangan menunjukkan peningkatan kadar yang cukup signifikan jauh sebelum penyakit degeneratif bermanifestasi. Perkembangan penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa status gizi pra-obese/overweight juga telah terdapat proses kerusakan pembuluh darah sehingga overweight sudah dipandang sebagai faktor resiko yang perlu diwaspadai karena bukan hanya mempengaruhi faktor estetik.

Bila kita merujuk lagi pada surat Al-A’raf ayat 31 di atas, kita dapat melihat betapa luas makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kebiasaan memuaskan nafsu dengan makan dan minum berlebih akan berakibat menumpuknya sumber energi dalam tubuh kita yang disimpan dalam bentuk lemak. Sumber energi dari makanan tidak selalu dalam bentuk lemak. Lemak bisa didapatkan dari bahan makanan sumber protein. Selain itu, makanan sumber karbohidrat yang cukup dominan pada menu masyarakat Indonesia, bila dikonsumsi melebihi kebutuhan akan diubah dan disimpan menjadi lemak tubuh. Mengatur pola makan sesuai dengan kebutuhan tubuh merupakan salah satu dasar penanganan obesitas.

Mencegah memang selalu lebih baik dari mengobati. Jangan tunggu sampai Anda mengalami obesitas untuk mengatur pola makan. Pada berat badan ideal pun, Anda harus tetap menjaga pola makan yang baik. Hadits riwayat Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah yang menyatakan bahwa Rasulullah Saw. Pernah bersabda,

“Anak cucu Adam tidak memenuhi satu wadah yang lebih buruk dari perutnya. Cukup bagi anak Adam beberapa suap makanan saja untuk bisa menegakkan punggungnya. Jika memang tidak bisa, cukup sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk nafas.”

Hendaknya, hadits ini juga dapat mengingatkan kita akan pengaturan pola makan sehingga dapat mengurangi salah satu faktor resiko penyebab penyakit. Semoga bermanfaat. [ ]

 

 

*Penulis adalah ahli gizi dan konsultan gizi serta  penulis buku.

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment