Fakta “Unik” Seputar Al-Quran Yang Perlu Kita Tahu

alquran

PERCIKANIMAN.ID – – Kita tentu sudah tahu bahwa Al-Quran adalah kitab suci umat Islam.  Kita juga tentu sudah tahu bahwa membaca Al-Quran akan mendatangkan pahala yang besar.

Kita tentu sudah tahu bahwa Al-Quran merupakan mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada Rasulullah Saw. Kita juga tentu sudah tahu bahwa Al-Quran diturunkan di bulan Ramadhan. Akan tetapi…

Pertama : Tahukah kita bahwa Al-Qur’an kerap disebut juga sebagai Al-Furqan, At-Tanzil, Adz-Dzikr, dan Al-Kitab. Allah Swt. telah memberikan sifat-sifat yang luhur kepada Al-Quran, seperti nur (cahaya), hudan (petunjuk), rahmat, syifa’ (obat), mau’izhah (nasihat), ‘aziz (mulia), mubarak (yang diberkahi), basyir (pembawa khabar baik), nadzir (pembawa khabar buruk) dan sifat-sifat lain yang menunjukkan kebesaran dan kesuciannya.

Kedua: Tahukah kita bahwa beberapa surat dalam Al-Quran memiliki nama lebih dari satu? Sebut saja surat At-Taubah yang juga dinamakan surat Baraa-ah, surat Al-Israa’ yang juga dinamakan surat Bani Israil, surat Faathir yang juga dinamakan surat Al-Malaaikah, serta surat Al-Insaan yang juga dinamakan surat Ad-Dahr. Keempat surat tersebut di atas adalah contoh surat Al-Quran yang memiliki dua nama. Sementara itu, surat Fushshilat dan Al-Mu’min memiliki tiga nama. Surat Fushshilat juga dinamakan sebagai surat Haa dan Miim As-Sajdah. Sedangkan surat Al-Mu’min juga dinamakan surat Ghafir dan Ath-Thaul. Jadi kamu tidak harus bingung karena nama-nama tersebut memang ditujukan untuk menyebut satu surat yang sama.

Ketiga: Tahukah kita mengapa surat At-Taubah tidak diawali kalimat basmallah? Hal tersebut dikarenakan surat At-Taubah adalah pernyataan perang yang mengajak segenap kaum muslim untuk memerangi seluruh kaum musyrikin. Menurut para mufasir (ahli tafsir) penggunaan kalimat basmallah dinilai tidak cocok diawal surat ini karena kalimat tersebut bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

promooktober1

Keempat: Tahukah kita berapa kali nama Nabi Muhammad Saw., Nabi Isa as., serta Nabi Musa as. disebutkan dalam Al-Quran? Kata Muhammad disebutkan sebanyak 4 kali, Isa 25 kali, dan Musa 131 kali. Lebih banyaknya Nabi Isa disebut dalam Al-Quran inilah yang kemudian dijadikan senjata oleh kaum Nasrani untuk tidak mengakui kenabian Muhammad Saw. Padahal kalau logika berpikirnya dibalik, hal tersebut merupakan penghormatan dan pengakuan Islam terhadap kenabian Isa as.

Kelima: Bagaimana dengan kata lelaki dan perempuan, kehidupan dan kematian, dunia dan akhirat, serta malaikat dan syaitan? Masing-masing kata tersebut disebut berimbang dalam Al-Quran. Kata lelaki (al-rajul) dan perempuan (al-mar’ah) masing-masing disebut sebanyak 24 kali, kata kehidupan (al-hayat) dan kematian (al-maut) masing-masing disebut sebanyak 145 kali, kata dunia (al-dunya) dan akhirat (al-akhirah) masing-masing disebut sebanyak 115 kali, serta kata malaikat (al-malaikat) dan syaitan (al-syayateen) masing-masing disebut sebanyak 88 kali.

Kenam: Kata bulan (al-shahru) disebutkan 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam 1 tahun. Kata hari (al-yauum) disebutkan 365 kali, sama dengan jumlah hari dalam 1 tahun. Kata lautan (al-bahar) disebutkan 32 kali dan daratan (al-barr) disebutkan 13 kali sehingga ketika dijumlahkan menjadi 45. Coba bagi jumlah kata daratan dan lautan tersebut dengan angkah 45 dan masing-masing kalikan 100% niscaya didapat luas lautan 71,11 % dan luas daratan 28,88 %. Jika dijumlahkan kedua prosentase tersebut, pasti akan keluar 100%.

Ketujuh: Tahukah kita bahwa ada 10 ragam langgam baca Al-Quran disebut qiraat. Para ulama mendefinisikan qiraat sebagai perbedaan kata-kata wahyu dalam lafal, membawakan, dialek dan posisi dalam kalimat yang kesemuanya diriwayatkan secara mutawatir dari Nabi saw. Kesepuluh qiraat tersebut masing-masing dinisbahkan kepada seorang imam qiraat yang terkenal dengan dua orang rawi. Berikut nama-nama imam tersebut beserta para perawinya.

  • Nafi‘ al-Madani, dua perawinya adalah Qalun dan Warsy.
  • Ibnu Katsir Al-Makki, dua perawinya adalah Al-Bazzi dan Qunbul.
  • Abu Amr Al-Bashri, dua perawinya adalah Hafsh Ad-Duri dan As-Susi.
  • Ibnu ‘Amir Asy-Syami, dua perawinya adalah Hisyam dan Ibnu Zakwan.
  • ‘Ashim Al-Kufi, dua perawinya adalah Syu‘bah dan Hafsh.
  • Hamzah Al-Kufi, dua perawinya adalah Khalaf dan Khallad.
  • Al-Kisai Al-Kufi, dua perawinya adalah Abul Harits dan Hafsh Ad-Duri.
  • Abu Jakfar Al-Madani, dua perawinya adalah Ibnu Wardan dan Ibnu Jimaz.
  • Ya‘qub Al-Hadrami, dua periwayatnya adalah Ruwais dan Rauh.
  • Khalaf Al-‘Asyir, dua periwayatnya adalah Ishaq dan Idris.

Tentu masih banyak lagi samudra Al-Quran yang belum kita ketahui baik kedalaman maknanya maupun “keunikan” lainnya.  (Berbagai sumber)

Red: muslik

Ilustrasi foto: pixabay

REKOMENDASI

Leave a Comment