Tontowi Ahmad, Juara Olimpiade yang Ternyata Santri

tontowi ahmad

PERCIKANIMAN.ID – Nama Tontowi Ahmad sempat menjadi sorotan akhir-akhir ini setelah keberhasilannya bersama Liliana Natsir merebut medali emas cabang olahraga bulutangkis di Olimpiade Brasil 2016. Prestasi tersebut merupakan kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia, karena satu-satunya medali emas yang berhasil diraih kontingen Merah Putih di Olimpiade Brasil, sekaligus kado manis di ulangtahun Kemerdekaan yang ke-71.

Namun tak banyak yang tahu kalau sosok Owi – panggilan akrab Tontowi- ternyata tidak hanya dikenal di kalangan atlet dan olahragawan. Owi juga ternyata populer di kalangan pesantren karena ia memiliki darah santri.

alquran muasir

Di lansir http://pwnujatim.or.id/,  Owi adalah pemuda lulusan SMK Ma’arif NU Selandaka, Sumpiuh, Banyumas. Ia populer di kalangan santri karena pernah nyantri di Queen Al-Falah, Ploso Kediri sekitar tahun 2000.

Keberhasilan Tontowi merebut medali emas dirayakan dengan semarak oleh jutaan santri di Nusantara. Bahkan sebelum Owi berlaga di finak, broadcast kiriman doa kepadanya sempat viral di grup-grup santri, baik Facebook maupun WhatsApp.

Kedua orang tuanya pun aktivis Nahdlatul Ulama (NU) di daerah. Tercatat, ibunya yang bernama Nyai Masruroh adalah Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Sumpiuh. Sementara, ayahnya Kiai Muhammad Husni Muzaitun adalah Ketua Pengurus Ranting (NU) Desa Selandaka, Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah.

kalender

Owi, santri yang pada tahun 2005 pernah tergabung dalam Persatuan Bulutangkis (PB) Djarum di Kudus ini,  memang menyukai olahraga bulutangkis sejak kecil. Dorongan menjadi atlet kian mudah karena ayahnya juga hobi main bulutangkis.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment