Ingin Taubat Diterima? Penuhi Syarat-syarat Ini

0
126

1. Berhenti dari perbuatan dosa tersebut
2. Tidak mengulanginya
3. Melakukan recovery (pemulihan) dengan meningkatkan amalan-amalan yang saleh.

Misalnya berusaha melakukan ibadah-ibadah sunah seperti Shalat Rawatib, Tahajud, Witir, Dhuha, Shaum Senin-Kamis, Shaum Daud, menghadiri majelis ta’lim, membaca Al-Qur’an, pokoknya, tingkatkan amalan-amalan saleh.

iklan

Poin-poin di atas diambil dari fi rman Allah Swt. berikut, “Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan kebajikan. Maka, Allah akan mengganti keburukan mereka dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Siapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, sesungguhnya ia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.” ( Q.S. Al-Furqān [25]: 70-71)

Taubat merupakan tangga yang harus dilewati oleh orang yang ingin sampai pada puncak kesucian spiritual. Artinya, walaupun kita tidak melakukan dosa besar, taubat itu tetap harus kita lakukan setiap saat sehingga kita bisa meraih kesucian spiritual. Inilah yang dilakukan oleh kekasih kita, Rasulullah Saw.

Al-Ashghar bin Yasar al-Muzanny r.a. berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya saya bertaubat seratus kali setiap hari.

Taubat bisa kita lakukan kapan pun. Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat, karena pintu taubat Allah selalu terbuka siang ataupun malam.

Abu Musa Abdullah bin Qais al-Asy’ariy r.a. berkata, telah bersabda Nabi Saw., “Sesungguhnya Allah ta’ala itu membentangkan tangan-Nya (memberikan kesempatan) pada waktu malam, untuk taubatnya orang yang berbuat dosa pada siang hari. Dan Allah membentangkan tangan-Nya (memberikan kesempatan) pada waktu siang, untuk taubatnya orang yang berbuat dosa di malam hari, hingga matahari terbit dari barat.” (H.R. Muslim). Maksud kalimat hingga matahari terbit dari barat adalah hingga hari kiamat.

Kapan pintu maaf-Nya tertutup? Pintu maaf Allah Swt. tertutup apabila kita memohon maaf ( taubat) pada saat sedang menghadapi Abu Abdurrahman bin Umar bin Khathab r.a. berkata, Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung akan menerima taubat seseorang sebelum nyawa sampai di tenggorokan (sebelum sekarat).”

Banyak manusia lalai dari taubat karena terlena oleh kenikmatan duniawi yang sifatnya hanya sesaat. Karena itu Allah Swt. mengingatkan kita dalam firman-Nya, “…Siapa pun yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, sungguh ia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” ( Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 185)

Oleh sebab itu, Allah Swt. memerintahkan agar kita segera bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat agar mendapat keberuntungan.

…Hai, orang-orang beriman! Bertobatlah kepada Allah agar kamu beruntung.” ( Q.S. An-Nūr [24]: 31)

Kesimpulannya, janganlah putus asa dari ampunan Allah Swt. Sesungguhnya Allah itu Maha Penerima Taubat. Allah akan senantiasa mengampuni dosa-dosa yang kita lakukan sebanyak dan sebesar apapun dosa tersebut, asalkan kita bertaubat dengan sungguh-sungguh sebelum ajal menjemput. Ciri taubat yang sungguh-sungguh adalah menghentikan perbuatan dosa tersebut, lalu tidak mengulanginya lagi, dan memulihkan iman dengan meningkatkan amalan-amalan saleh. Wallahu A’lam.