Samakah Cryonic Dalam Science dan Al-Quran ?

293a

Oleh: Ir. H. Bambang Pranggono, MBA*

 

Atau seperti orang yang melewati suatu  negeri yang telah runtuh atapnya, dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali setelah matinya?” Maka Allah mematikan dia 100 tahun, lalu dibangkitkan kembali. Lantas dikatakan: “Berapa lama engkau di sini?” Dijawabnya: “Aku berada di sini satu hari atau setengah hari.” Dikatakan padanya: “Bahkan  engkau  tinggal di sini 100 tahun.” (Q.S Al-Baqarah [2]: 259)

alquran muasir

Para mufassir (ahli tafsir) sibuk berdebat tentang siapa gerangan yang dimatikan 100 tahun tersebut beserta negeri yang dimaksud. Ibnu Ishaq berpendapat bahwa dia adalah Nabi Khidir. Wahab bin Munabbih berkesimpulan bahwa dia adalah Nabi Irmiya. Sementara itu, Ibnu Abbas beropini bahwa dia adalah Uzair. Mereka juga berbeda pendapat tentang negeri atau kota yang runtuh itu; apakah Baitul Maqdis (Palestina), Mu’tafikah, atau Aluf di Hadramaut (Yaman). Lebih dari itu semua, sebetulnya isu yang menarik adalah bagaimana orang yang telah mati 100 tahun bisa dihidupkan lagi.

Kini telah hadir teknologi untuk ‘mematikan’ tubuh manusia dalam jangka lama (bahkan sampai ratusan tahun) dan ‘menghidupkan’-nya lagi. Hal ini persis seperti yang diisyaratkan dalam ayat di atas. Nama teknologi itu adalah Cryonic. Prosesnya ialah dengan membekukan tubuh dalam suhu yang sangat dingin, yaitu di bawah 0o Celsius. Selanjutnya darah dipompa keluar dan digantikan oleh cairan bernama Hextend, pengganti plasma yang berfungsi mencegah kerusakan sel akibat pembekuan.

Tubuh tersebut kemudian disimpan dalam suhu -196o Celsius. Dalam kondisi seperti ini, tubuh akan terawetkan, tidak membusuk, dan tidak menjadi tua. Manusia yang bersangkutan akan merasa seperti sedang tidur sampai kelak dibangunkan dengan suhu hangat yang normal dan seluruh organ tubuhnya akan kembali berfungsi seperti semula. Percobaan klinis ini sudah dilakukan di University College Hospital (London) pada 1998.

kalender

Hal Sternberg, kepala laboratorium Biotime di California, mengatakan bahwa percobaan mekanisme hibernasi terhadap kodok, tupai, dan babon (kera besar) telah berhasil. Perusahaan Alcor di Amerika Serikat bahkan telah menerima ratusan pesanan untuk  ‘menidurkan’ tubuh  sampai 100 tahun dengan biaya puluhan ribu dolar. Kebanyakan adalah penderita penyakit berat, seperti kanker, jantung, dan Alzheimer (sebuah sindrom yang menyebabkan otak tampak mengecil) yang sampai saat ini belum bisa diobati. Hal tersebut dilakukan dengan harapan bahwa 100 tahun mendatang sudah ditemukan terapi atau obat untuk penyembuhan penyakit-penyakit tersebut.

Bidang lain yang diuntungkan oleh penemuan ini adalah bidang penjelajahan ke ruang angkasa. Teknik Cryonic ini memungkinkan manusia menempuh perjalanan antar-galaksi yang jaraknya bisa sampai ratusan tahun cahaya. Walaupun kelak ditemukan mesin roket berkecepatan cahaya 300.000 km/detik, tetap saja ada problem keterbatasan usia manusia. Maka, teknologi Cryonic memungkinkan astronot terbang selama puluhan bahkan ratusan tahun dalam keadaan ‘tidur’ membeku untuk kemudian ‘dibangunkan’ setelah sampai tujuan.

Teknologi ini memang masih menimbulkan kontroversi bagi keimanan kristiani di Amerika Serikat karena dianggap hendak menyaingi Tuhan dalam menghidupkan orang yang sudah meninggal. Untung bagi kita, ayat Al-Quran sudah memberi isyarat tentang hal itu 15 abad yang lalu. Tentu saja, hal itu memerlukan penafsiran yang kreatif. Wallahu a’lam. [ ]

*Penulis adalah pendidik, pegiat dakwah dan penulis buku.

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment