Cara Kita Berbakti Kepada Ibu

orangtua
  1. Orang tua sebagai lahan ke surga

Rasulullah saw. bersabda, “Sunggguh celaka, sungguh celaka, sungguh celaka, siapa yang mendapatkan salah satu orang tuanya atau keduanya sampai usia lanjut, kemudian ia tidak dapat masuk surga (karena tidak dapat berbakti kepada mereka).” (H.R. Muslim)

  1. Berbuat baik kepada orang tua adalah jihad

Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. berkata, Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw., maka ia meminta  izin untuk pergi berperang, maka Nabi bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Ia menjawab, “Ya!” Maka sabda Nabi, “Kepada mereka berdua berjuanglah kamu (dengan berbuat baik kepadanya).” (H.R. Bukhari)

  1. Berbakti pada orangtua almarhum

Dari Abu Usayyid Malik bin Rabi’ah as-Sa’idi berkata, Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah saw. tiba-tiba datang seorang laki-laki dari bani Salamah ia bertanya,  “Ya Rasulullah! Apakah masih ada jalan untuk berbakti kepada kedua orang tuaku setelah mereka meninggal?” Jawab Rasul, “Ya. Mendoakan keduanya, memohonkan ampun untuknya, menunaikan wasiatnya, menghubungkan silaturahmi kepada orang-orang yang selalu dihubungi kedua orang tuanya, serta memuliakan kawan-kawan dekat mereka.” (H.R. Abu Daud)

  1. Jangan menyakiti hati orang tua

Dalam hadis-hadis lainnya, Rasulullah saw. menerangkan bentuk-bentuk menyakiti hati orang tua adalah membuat mereka susah, membuat mereka menangis susah, membentak, memaki, memarahi, membelalakkan mata, bernada suara tinggi, membenci orang tua, memukuli orang tua, tidak menyambut seruan atau kedatangannya, dan tidak meminta izin (lihat Surat An-Nur 24: 59)

[AdSense-A]

  1. Perbanyak Doa

Hendaknya sebagai anak tak putus-putusnya berbakti pada orang tua lewat doa ke hadirat Allah swt., Rabbigfirlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa  rabbayaanii shaghiiraa.“Ya Tuhanku ampunilah dosaku dan dosa  ayah ibuku serta kasihilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil.” Atau  Rabbirhamhumaa kamaa Rabbayaanii shaghiraa.Ya Tuhanku, kasihilah keduanya (ayah dan ibu) sebagaimana kasih mereka mendidikku waktu kecil.” (Q.S. Al Isra 17: 24)

Berdoa memohon pasangan dan keturunan saleh, “Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami yang menyejukkan hati kami, dan jadikanlah kami pemuka bagi orang-orang yang bertakwa.”  (Q.S. Al Furqan 25: 74) “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat.  Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (Q.S. Ibrahim 14: 40)

Maka marilah bertobat, “Keridoan Allah swt. terletak pada keridoan kedua orang tua dan kemurkaan Allah swt. terletak pada kemurkaan kedua orang tua.”  (H.R. Bukhari dan Muslim). Semoga sisa umur yang kita miliki dapat meraih ridha orang tua dan rido-Nya. aminWallahu ‘allam Bishshawwab. [ ]

*Penulis adalah ibu rumah tangga, pegiat dakwah dan penulis buku.

Editor: iman

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

[AdSense-A]

(Visited 269 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment