Refleksi Kemerdekaan: Setelah Tiada, Orang Akan Mengenang Apa Dari Kita?

288a

PERCIKANIMAN.ID – -Rasulullah Muhammad Saw dikenang karena suri teladannya, Hitler dikenang karena kekejamannya, Edison dikenang karena lampu pijarnya, Fir’aun dikenang karena kesombongannya, Zidane dikenang karena tandukannya, atau Mike Tyson dikenang karena gigitan ke telinga lawannya dan manusia dikenang karena perbuatannya. Begitulah makna dari pepatah,”Gajah mati meninggal gading,harimau mati meninggalkan belangnya, manusia mati meninggalkan nama”. 

Nama seperti apa yang akan kita tinggalkan dan dikenang orang?. Mungkin hanya dua orang akan mengenang kita manusia disebuat. Pertama, orang akan mengenang kita karena kebaikan dan segudang hal baik lainnya. Itulah nama baik yang harus kita tinggalkan. Kedua, orang akan mengenang karena keburukan, kejahatan dan segala tindak kedurhakaan. Dengan ini kita dikenang orang karena perbuatan dan nama buruk. Tentu yang kita inginkan adalah kategori yang pertama. Seperti jasa para pahlawan dan para syuhada yang telah gugur membela agama dan mempertahankan Negaranya.

alquran muasir

Secara fisik, kita memang tidak mungkin hidup abadi. Namun, orang akan tetap mengenang nama kita meskipun daging dan tulang kita sudah hancur. Kita akan dikenang karena kebajikan yang pernah kita perbuat ataupun dosa-dosa yang pernah kita lakukan semasa hidup. Meninggal dunia dan dikenang oleh orang lain karena kebajikan, tentu menjadi sesuatu yang membahagiakan. Sebaliknya, meninggal dunia dan dikenang oleh orang lain karena kejahatan atau perilaku buruk yang diperbuat tentu menjadi sesuatu yang mengerikan.

Nabi Ibrahim a.s. pernah memohon kepada Allah untuk dijadikan sebagai orang yang dikenang secara baik oleh umat sesudahnya. Beliau berdoa,

“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.” (Q.S. Asy-Syu’ara 26: 83–84).

kalender

Allah pun mengabulkan permohonan Nabi Ibrahim tersebut sehingga beliau senantiasa dikenang akan kebajikannya oleh umat-umat sesudahnya.

“Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.” (Q.S. Ash-Shaffat 37: 108).

”Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia …” (Q.S. Al Mumtahanah 60: 4)

Tentunya, Nabi Muhammad Saw juga merupakan contoh lain yang akan terus dikenang sepanjang zaman. Dunia mengenangnya sebagai sosok yang penuh suri teladan. Bahkan Michel Heart pun menempatkan beliau pada urutan pertama orang yang paling berpengaruh di dunia. Tak ada perilaku manusia yang seindah perilaku Nabi Muhammad saw. dan tak ada perkataan manusia yang semulia perkataan beliau. Allah menegaskan di dalam salah satu firman-Nya bahwa sungguh telah ada suri teladan yang baik pada diri Nabi Muhammad Saw.

Lain Nabi Muhammad, lain pula Firaun. Raja yang akan dikenang hingga akhir zaman karena mengaku diri sebagai Tuhan ini tentu menjadi contoh kesombongan dan keangkuhan seorang anak manusia. Hitler ’Sang Pembantai tak Berhati’ pun menjadi setali tiga uang dengan Firaun. Kelakuannya membantai puluhan ribu manusia secara keji akan senantiasa mewarnai sejarah peradaban manusia. Dan tentu, sesungguhnya masih banyak lagi manusia-manusia seperti mereka berdua dalam skala pengaruh yang lebih kecil, dikenang sebagai orang yang tak berketuhanan dan tak berperikemanusiaan. Lalu seperti apa nanti orang akan mengenang kita ?.

Begini cara agar orang selalu mengenang kita karena amal shalih  . . . . . . .

 

HALAAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment