Tips Mengatasi Cuaca Panas saat Ibadah Haji

negara

PERCIKANIMAN.ID – – Pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2016 ini diperkirakan suhu uadara akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Seperti dilaporkan melalui media sosial jemaah haji yang sudah berangkat dan sampai di tanah suci  dimana alat pengukur suhu yang melekat di hampir setiap telepon pintar menunjukkan angka 37 derajad Celcius. Suhu yang hangat dan cenderung panas mengakibatkan tubuh terasa gerah dibalik balutan kain ihram -dua lembar kain tanpa jahitan- yang tidak bisa dibilang tipis.

Oleh karenanya aktivitas fisik ringan seperti memindahkan koper pun membuat peluh menetes. Itu baru suhu di dalam ruangan pada malam hari dan dipastikan akan meningkat di siang hari, saat sebagian besar prosesi haji akan dilaksanakan. Beberapa pihak termasuk para pembimbing mengkhawatirkan cuaca akan menjadi batu sandungan kelancaran aktivitas ibadah jamaah haji Indonesia pada musim haji 1437H/2016M. Seperti dikutip dari laman kemenag.go.id ada beberapa langkah yang dapat dilakukan calon jemaah haji untuk menghadapi cuaca panas tersebut. Berikut ini tips yang disampaikan kemenag:

alquran muasir
  1. Hadapi sebagai tantangan dan ujian

Menurut Kepala Biro Umum/Pgs Kanpinmas Kementerian Agama Syafrizal menyebutkan cuaca sebagai tantangan paling besar yang akan dihadapi oleh para jamaah haji asal Indonesia pada musim haji kali ini. Tidak ada keraguan bahwa cuaca yang diprediksi akan ekstrim pada tahun ini dipastikan dapat menyulitkan para jamaah haji Indonesia berdasarkan pengalamannya di lapangan mengelola pelaksanaan haji. Terjadinya cuaca panas ini disebabkan pelaksanaan haji tahun ini akan maju sekira 10 hari sehingga akan melewati bulan-bulan panas.  Jika mengacu 2015 lalu bahkan tercatat suhu dapat mencapai 50 derajad Celcius pada saat jemaah haji melakukan wukuf atau tinggal di padang Arafah. Bagi sebagian besar warga Indonesia yang hampir tidak pernah mengalami suhu udara di atas 40 derajad Celcius, suhu udara yang cukup tinggi tentu akan menyulitkan terutama bagi para jamaah resiko tinggi. Untuk itu jemaah diminta untuk menyikapi ini sebagai ujian dari Allah Swt dengan banyak berdoa dan memohon perlindungan-Nya.

  1. Banyak minum air putih

Mengingat cuaca merupakan faktor alam yang tidak mudah diubah, maka tidak ada pilihan lain bagi jamaah Indonesia selain bersiap diri untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca di Arab Saudi. Banyak minum air putih atau semprotan air untuk memastikan agar tubuh tidak kekurangan cairan. Salah satu bahaya utama dari suhu udara yang cukup ekstrim adalah tingginya peluang para jamaah haji mengalami dehidrasi dan “heat stroke”. Keputusan untuk mengurangi pasokan air minum untuk menghindari pergi ke kamar kecil dapat berakibat fatal. Kekurangan cairan dapat memicu dehidrasi yaitu gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan.

Rawan Penyakit Gangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh yang pada tingkat berat, yaitu jika penurunan cairan tubuh lebih dari 10 persen dari berat badan, dapat mengakibatkan penurunan kesadaran, koma, bahkan bisa saja meninggal dunia. Sementara “heat stroke” atau sengata panas adalah kondisi dimana suhu tubuh dapat mencapai lebih dari 40 derajat C atau lebih. “Heat stroke” dapat disebabkan oleh karena kenaikan suhu lingkungan, atau aktivitas tinggi yang dapat meningkatkan suhu tubuh. Gejala umum yang menandai serangan heatstroke antara lain mual, kejang, kebingungan, disorientasi, dan kadang-kadang kehilangan kesadaran atau koma bahkan di tahap lanjut dapat memicu komplikasi mematikan atau menyebabkan kerusakan pada otak dan organ internal lainnya.

kalender

Fasilitas air zam zam yang terdapat hampir di setiap sudut Masjidil Haram pun memudahkan para jamaah untuk mengakses air minum. Sementara toilet pun tampak memadai tersedia. walaupun tentu perlu kesabaran untuk berbagi bersama jutaan jamaah dari seluruh dunia. Jangan pernah malas minum hanya karena malas ke toilet.

  1. Kurangi aktivitas diluar selain untuk ibadah.

Selain diminta untuk menjaga kesehatannya hingga hari keberangkatan, jamaah haji juga secara khusus dianjurkan agar tidak melakukan terlalu banyak kegiatan di luar ruangan, di luar kegiatan-kegiatan wajib saat berhaji, dan membawa payung, topi dan semprotan air jika berada di luar ruangan. Dengan semprotan air di wajah, lengan maupun di topi dapat membantu mengurangi panas dan dehidrasi tubuh. Bagi jamaah haji gelombang pertama yang mulai diberangkatkan pada 9 Agustus diharapkan terlebih dahulu melakukan adaptasi di Madinah dan pandai-pandai mengatur kegiatannya sebelum prosesi puncak haji pada September untuk menghindari kelelahan. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment