Berharap Aplikasi Interaksi Gen dan Nutrisi Terhadap Penyakit Jadi Kenyataan

285

Oleh: Dr. Nur Fatimah, SpGK, MS*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Bila kita lihat pola penyakit saat ini, maka akan tampak semakin tingginya angka kejadian penyakit dan semakin beragam pula komplikasi yang ditimbulkannya. Hal tersebut secara langsung berdampak terhadap kualitas hidup manusia; termasuk optiomalisasi pertumbuhan, tingkat kecerdasan, kesehatan reproduksi, perkembangan pola perilaku, produktivitas kerja, dan kualitas hidup di usia lanjut. Bila diamati secara saksama, akan kita jumpai jenis penyakit tertentu semakin tinggi angka kejadiannya seperti masalah kelainan kerja hormon, penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah, dan penyakit keganasan lainnya. Ilmuwan pun tidak tinggal diam. Dengan berbagai upaya penelitian, mereka berusaha mencegah dan mengatasinya penyakit-penyakit tersebut.

alquran muasir

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa banyak sekali faktor yang mempengaruhi resiko timbulnya berbagai penyakit tersebut, mulai dari pengaruh lingkungan sampai aspek biomolekuler sebagai bagian terkecil dari mahluk hidup. Banyak hal yang mempengaruhi gen yang berperan menimbulkan penyakit selain cetakan genetik. Aktif dan berkembangnya gen yang berakibat pada kelainan pembentukan protein yang menentukan sifat sel. Hal ini berdampak juga pada normal atau tidaknya fungsi organ tubuh yang akan berespon terhadap pengaruh lingkungan (selain proses perjalanan penyakit itu sendiri), termasuk asupan makanan.

Dimulai dari penelitian yang dilakukan pada tahun 2000 lalu  yang memberi hasil bahwa intervensi makanan akan menyebabkan modifikasi genetik sehingga seseorang akan lebih rentan mendapatkan penyakit tertentu. Dari hal tersebut, berkembanglah ilmu yang dikenal sebagai Nutrigenomik yang didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari interaksi antara gen, lingkungan, dan nutrisi. Sejak dahulu, para ahli menyadari bahwa ada hubungan antara asupan makanan dengan risiko penyakit tertentu, tetapi mereka belum mengetahui dengan jelas bagaimana faktor diet berperan dalam perjalanan penyakit. Nutrigenomik menerangkan bahwa faktor makanan dan lingkungan akan mengaktifkan atau menonaktifkan gen tertentu.  Efek dari ekspresi gen yang diaktifkan tersebut akan bereaksi dengan mengontrol sintesis protein tertentu yang mewakili sifat fisik atau kemampuan fungsional dari sel tersebut, seperti meningkatnya kemampuan penyimpanan lemak. Tetapi bila gen tersebut tidak aktif, maka protein spesifik di atas tidak akan disintesis sehingga akan mempunyai fungsi yang berbeda pula.

Banyak faktor yang mempengaruhi aktivasi gen selain nutrisi. Faktor lingkungan, seperti rokok, konsumsi alkohol, paparan zat yang menyebabkan kanker, radiasi, stres, tingkat aktivitas fisik, dan status sosial ekonomi juga turut mempengaruhi aktivasi gen tersebut. Selain itu, para ahli juga menemukan bahwa aktivasi gen tidak hanya berdampak pada individu yang bersangkutan, tetapi juga pada keturunannya. Hal ini dikarenakan hal tersebut akan mengubah gen yang terdapat dalam sprema maupun telur.

kalender

Pada perkembangan selanjutnya, paramedis menemukan jawaban ilmiah atas pertanyaan, “Mengapa perlakuan yang sama tidak selalu menghasilkan penyakit yang sama?” Sebagai contoh, perokok dengan ekspresi gen tertentu akan semakin tinggi risiko mendapatkan penyakit tertentu dibanding ekspresi gen lainnya. Demikian juga perlakuan diet yang sama akan menghasilkan penurunan atau kenaikan berat badan yang berbeda. Dalam ruang lingkup yang lebih luas, etnis tertentu yang mempunyai ciri khas lebih rentan menderita penyakit tertentu juga disebabkan karena ekspresi gen spesifik untuk masing-masing ras.

Ditemukan juga bahwa interaksi genetik dengan nutrisi merupakan interaksi yang sangat kompleks dan terdapat banyak faktor yang saling mempengaruhi. Sebagai contoh, terdapat hampir 150 gen yang mempengaruhi perkembangan penyakit diabetes, tetapi proses ini juga berinteraksi dengan hampir 300 gen obesitas. Selain itu, karakteristik individu seperti jenis kelamin dan usia juga turut menentukan profil genetik tersebut. Berbagai aplikasi pada manusia dalam bidang ini sangat dikontrol oleh hak asasi manusia, bioetika medis, termasuk rambu-rambu agama serta budaya. Inilah kemudian yang menjadi pertimbangan penting para ahli. Bagaimanapun, aplikasi pada manusia diambil bila didapat manfaat yang sebesar-besarnya dengan kerugian sangat minimal. Saat ini, di beberapa negara maju terjadi pro dan kontra mengenai profil genetik dengan berbagai risiko penyakit yang tidak dapat dipakai untuk menentukan klaim asuransi ataupun menentukan keputusan diterima atau tidaknya seseorang dengan mutasi gen tertentu mendapatkan pekerjaan.

Apakah aplikasi Nutrigenomik ini akan menjadi kenyataan? Harapan dan janji dari Nutrigenomik tidak sesederhana yang dibayangkan. Dibutuhkan keterlibatan ilmu lain di bidang kedokteran dan non-kedokteran, seperti bidang-bidang sosial. Aplikasi ini juga diharapkan dapat mengontrol industri makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Ya, analisis dari DNA dapat menentukan jenis asupan makanan dan suplemen yang diperlukann oleh satu individu. Konseling genetik di masa yang akan datang tidak hanya ditujukan untuk mengetahui penyakit-penyakit yang diturunkan, tapi juga masalah nutrisi di atas. Selain itu rekomendasi spesifik untuk kondisi tertentu seperti asupan makanan pada individu yang hiperkolesterol atau osteoporosis dapat direkomentasikan dengan mengetahui profil genetiknya.

Akhirnya, harapan kita sebagai individu yang diteliti dan dipakai untuk aplikasi ini adalah semoga perkembangan ilmu Nutrigenomik dapat bermanfaat sebesar-besarnya untuk kebaikan manusia. Semua usaha tersebut di atas tidak lain merupakan usaha mendapatkan kondisi fisik yang prima (kuat) karena memang umat yang kuat lebih disukai Allah Swt daripada umat yang lemah. Semoga bermanfaat. [ ]

 

 

*Penulis adalah praktisi dan konsultan nutrisi serta gizi keluarga.

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment