Dukung Koperasi Syariah, Kemenkop Targetkan 1 Juta UKM Hasilkan Produk Halal

1

PERCIKANIMAN.ID – – Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar selain berpotensi menjadi pusat industri produk halal juga bisa menjadi pusat keuangan syariah. Salah satu lembaga keuangan syariah yang sangat bisa dikembangkan adalah koperasi syariah.

Demikian disampaikan Asisten Deputi Pembiayaan Syariah Kementerian Koperasi dan UKM, Tamim Saefudin dalam “Lounching Workshop Pusat Inkubasi Bisnis Syariah dan Liga Halal” di Kota Bandung, Jum’at (12/8 2016). Ia menambahkan hingga saat ini data yang ada di Kemenkop sudah ada sekira 105 koperasi syariah yang berbadan hukum.

alquran muasir

“Jika dibanding dengan koperasi konvensional memang baru sekira 5 persen namun kami optimis kedepan koperasi syariah akan juga berkembang pesat sesuai kesadaran umat Islam,”ujarnya.

Untuk itu pihaknya sangat mendukung usaha mensosialisasikan system koperasi syariah ini di berbagai daerah. Harapannya, imbuhnya, Indonesia akan menjadi pusat koperasi syariah di dunia segera terwujud.

“Ini bukan mimpi yang berlebihan, tumbuh dan berkembangnya BMT di Indonesia menjadi bukti itu,”ujarnya dihadapan ratusan pengurus koperasi tersebut.

kalender

Sementara terkait Indonesia yang akan menjadi pusat produk halal bersertifikat, Tamim mengungkapkan Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM selama 5 tahun kedepan telah menargetkan 1 juta usahawan. Untuk itu pihak juga telah bekerjasama dengan pemerintah daerah dengan mendirikan layanan terpadu ekonomi dihampir 80 kota di Indonesia.

“Kita sangat mendukung adanya pusat inkubasi bisnis syariah yang diinisiasi MUI dan berbagai pihak termasuk Dinas Koperasi dan UKM,”ujarnya.

2

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat Dr.Dudi Sudrajat. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa penduduk Indonesia khususnya Jawa Barat yang mayoris muslim harus mendapat prioritas dalam memperoleh produk halal.

“Potensi dan peluang ini harus kita ambil sehingga kita menjadi tuang di negeri sendiri atau istilahnya dari kita, oleh kita dan untuk kita dan dunia,”ujarnya.

Ia menambahkan dalam persaingan pasar lokal maupun global yang semakin cepat dan pesat setiap produk harus mempunyai keunggulan dan halal akan menjadi point utama dalam menggerakan perekonomian masyarakat. Menurut Dudi produk halal juga sangat terbuka untuk bisa diterima bukan saja orang muslim namun juga nonmuslim.

“Produk halal adalah produk yang “unik” sehingga mayoritas orang dari berbagai Negara bisa menerimanya,”ungkapnya.

Namun Dudi juga mengingatkan selain halal maka untuk dapat bersaing dengan pasar global maka produk tersebut juga dituntut untuk memiliki kualitas yang baik bahkan standar internasional. Menurutnya antara halal dan mutu harus menjadi prioritas untuk merebut pasar global tersebut.

“Mutu atau kualitas produk ini yang sering kita abaikan sehingga halal dan kualitas prima adalah menjadi sebuah keharusan,”pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga ditandatangi kerjasama dengan 15 koperasi syariah di Kota Bandung sebagai awal model gerakan pusat inkubasi bisnis syariah yang nantinya akan juga digulirkan di beberapa kota di Indonesia. Turut menyaksikan Wakil Walikota Bandung Odded M.Danial dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov.Jabar, Ketua MUI Jabar.[ ]

Red: iman

Editor: candra

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment