Suami Hendaknya Kedepan Kelembutan Bukan Kekerasan Dalam Menasihati Istri

88

Oleh: Sasa Esa Agustiana*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Meski Undang-undang  No. 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) telah diperlakukan tidak serta merta mampu menghapus praktek buruk dalam kehidupan suami istri tersebut. Terbukti sampai saat ini dari berbagai pemberitaan media baik cetak, elektronik maupun online KDRT masih sering kita dengar. Dalam hal ini yang sering menjadi korban adalah pihak istri (perempuan) baik fisik maupun psikisnya.  Apakah perlakuan keras seorang suami seperti itu dapat dibenarkan?.

alquran muasir

Meski tidak semua kesalahan bersumber dari pihak istri atau sebaliknya namun alangkah bijaksananya jika seorang suami yang secara fisik maupun mental diberikan beberapa kelebihan hendaknya mampu menahan diri secara emosi. Bagaimana pun tindakan kekerasan tidak serta merta mampu menyelesaikan masalah dalam rumah tangga. Pelampiasan yang berlebihan yang disertai dengan kekerasan fisik justru akan menambah persoalan baru. Sebelum semua terjadi atau menjadi kian meruncing ada baik pasutri memahami apa saja yang menjadi permasalahannya.

Faktor Penyebab Kekerasan

Dalam Islam, faktor penyebab kekerasan ini disebut nusyuz. Wahbah az-Zuhaili, guru besar Ilmu Fiqh dan Ushul Fiqh pada Universitas Damaskus, mengartikan nusyuz sebagai ketidakpatuhan salah satu pasangan terhadap apa yang seharusnya dipatuhi atau rasa benci terhadap pasangannya. Redaksi lain menyebutkan bahwa nusyuz berarti tidak taatnya suami atau istri kepada pasangannya secara tidak sah atau tidak cukup alasan.

Sikap nusyuz istri bisa berupa ketidakpatuhan dan mengabaikan hak suami, tidak menjaga kehormatan dirinya, berselingkuh, dan tidak taat pada perintah suami (sepanjang perintahnya tidak bertentangan dengan agama). Sedangkan sikap nuzyuz suami antara lain, menunjukkan kebencian dan ketidaksenangan terhadap istri, menelantarkan istri, tidak menafkahi lahir & batin, melakukan maksiat, selingkuh, berjudi, atau mabuk-mabukan. Pendek kata, segala bentuk perbuatan tidak berbuat makruf kepada istri.

kalender

Nusyuz memicu lahirnya bermacam kekerasan. Biasanya, kekerasan dilakukan oleh pihak suami kepada istrinya karena tidak dapat dipungkiri, secara fisik mereka lebih kuat. Penganiayaan ini bisa berupa penganiayaan fisik, psikis, seksual, dan verbal dengan tingkatan yang beragam.

Memang dalam beberapa kasus terjadi pula seorang istri yang melakukan penganiayaan kepada suaminya dengan dalih pembelaan diri, namun jarang sekali yang dilakukan secara langsung saling berhadapan, misalnya mereka hanya berani memukul di kala suaminya sedang tertidur atau membakar suami hingga tewas. Astagfirullah!

Upaya Pencegahan Kekerasan

Selalu saja ungkapan penyesalan datangnya belakangan ketika “nasi sudah menjadi bubur”. Dengan demikian tindakan pencegahan adalah upaya terbaik sebelum semua terjadi. Ada hal yang perlu disadari oleh suami selaku pemimpin (qawwam) dalam rumah tangga bahwa dia wajib memberikan yang terbaik untuk istri, meliputi:

  1. Mampu Melihat Sisi Baik Istri

Kekurangan pasangan tidak menjadi alat untuk berkeluh kesah, berpaling pada yang lain, atau dilanda penyesalan tak berkesudahan. Jadikan kekurangan pasangan sebagai lahan dakwah, lahan mendekatkan diri pada Allah swt. Temukanlah cinta sejati Allah swt. lewat ujian kekurangan pada pasangan. Temukan mutiara kesabaran, mutiara jiwa pemaaf.

Hal yang disebut sebagai kekurangan pun perlu diposisikan dengan hati yang jujur. Bila mengikuti hawa nafsu, segala yang tidak disukai bisa disebut kekurangan. Sepanjang ia taat pada Allah swt., taat pada suami, dan menjalankan ibadah janganlah mencari-cari alasan untuk menemukan kekurang istri.

Suami harus optimis bahwa kesabaran dan keikhlasan akan dibalas di akhirat kelak, “…dan bergaullah dengan mereka secara baik, jika kalian tidak menyukai mereka (bersabarlah), karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”  (Q.S. An-Nisaa 4: 19)

Ingatlah pesan Rasulullah saw., “Janganlah seorang mukmin membenci kepada mukminat.  Jika ia membenci kelakuannya (dari satu sisi) pasti ada akhlak lain yang ia sukai darinya.”  (H.R. Muslim dari Abu Hurairah)

2.      Berikan Nasihat dan Peringatan

“…Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkan mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh Allah Mahatinggi dan Mahabesar. (Q.S. An-Nisaa 4: 34)

“Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya maka kirimlah seorang  juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan.  Jika keduanya (juru damai itu) bermaksud mengadakan  perbaikan, niscaya Allah memberikan taufik kepada suami istri itu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui dan Mahateliti.” (Q.S. An-Nisaa 4: 35)

“Dan apabila kamu menceraikan istri-istri (kamu), lalu sampai (akhir) iddahnya, maka tahanlah mereka dengan cara yang baik atau ceraikanlah mereka dengan cara yang baik (pula).  Dan jangnlah kamu tahan mereka dengan maksud jahat untuk menzalimi mereka.  Barangsiapa melakukan demikian maka dia telah menzalimi dirinya sendiri…” (Q.S. Al Baqarah 2: 231)

Melakukan rangkaian penyadaran pada istri dapat ditempuh sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Apakah cukup sekadar nasihat yang lemah lembut, dipisahkan dari tempat tidur (maksudnya masih satu ranjang tapi tidak digauli), memukul dengan kasih sayang (tidak memukul di daerah yang membahayakan), atau dengan menghadirkan juru penengah. Jauhi unsur kezaliman, rasa dendam, kebencian, dan emosi. Wallahu a’lam. [ ]

 

*Penulis adalah ibu rumah tangga, pegiat dakwah dan penulis buku.

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment