Mengatasi Anak Pemalu Menjadi Percaya Diri, Lakukan Ini

1

Oleh: dr. Zulaehah Hidayati*

 

PERCIKANIMAN.ID – -Punya anak pemalu kerap bikin jengkel ayah bunda. Ke mana-mana dan di mana saja, si kecil menempel atau sembunyi di balik orang tua atau pengasuhnya. Mungkin selama ini kita tak pernah tahu, tak ada anak yang dilahirkan sebagai pemalu. Meski tak dapat dipungkiri terkadang orangtualah yang membuatnya menjadi pemalu dengan sikap banyak larangan, menakut-nakuti, jangan ini itu dan sebagainya. Akibatnya anak menjadi minder dan lebih baik diam daripada dimarahi atau diolok-olok.

alquran muasir

Sifat pemalu yang berlebihan diyakini kurang baik pada kehidupannya setelah dewasa kelak. Orang-orang yang tak mampu bergaul dan bersosialisasi dianggap “kuper” atau “kudate” alias kurang update . Lebih dari itu, lingkungan juga akan mencapnya memiliki perkembangan kepribadian yang kurang baik atau bahkan dicap berkepribadian negatif. Akibatnya anak tak lagi bisa optimal mengembangkan dirinya secara baik dengan cap yang sudah terlanjur melekat tadi.

Namun Ayah Bunda tidak perlu kawatir, ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu mengatasi rasa malu pada anak-anak. Beberapa langkah itu sebagai berikut:

Pertama, berhenti mengolok-olok.

kalender

Sebaiknya orang tua tidak mengolok-olok atau membicarakan sifat pemalu anak didepannya, karena anak merasa tidak diterima sebagaimana adanya.

Kedua, ketahui kesukaan dan potensi anak.

Lalu, doronglah anak untuk berani melakukan hal tertentu, melalui hobi dan potensi diri. Misalnya, anak usia suka main mobil-mobilan, ketika ditoko ia ingin mobil merah, sementara yang tersedia warna biru. Maka, anak bisa didorong untuk mengatakan pada pelayan bahwa ia menginginkan warna merah.

Ketiga, ajak silaturahmi.

Sebaiknya orang tua secara rutin mengajak anak berkunjung kerumah teman, tetangga, kerabat, dan bermain disana. Kunjungan sebaiknya dilakukan pada teman-teman yang berbeda. Selain secara rutin berkunjug, sebiknya juga mengundang anak-anak tetangga atau teman-teman sekolah untuk bermain di rumah.

Keempat, lakukan role-playing bersama anak.

Misalnya, seperti contoh kedua, anak belum tentu berani berbicara pada pelayan toko, sekalipun didampingi orang tuanya. Maka, ketika berada dirumah, orang tua dan anak bisa bermain peran seolah-olah sedang berada ditoko dan anak pura-pura berbicara dengan pelayan. Role-playing dapat dilakukan pada berbagai situasi, berpura-pura di toko, berpura-pura di sekolah, berpura-pura ada di panggung, dan lainnya.

Kelima, jadilah contoh buat anak.

Orang tua tidak hanya mendorong anak untuk percaya diri, tetapi juga menjadi model dari perilaku yang percaya diri. Anak biasanya mengamati dan belajar dari perilaku orangtuanya sendiri.

Apapun usaha yang dilakukan, sebiaknya orang tua tetap mendampingi dan tidak langsung melepas anak seorang diri. Misalnya, ketika diminta berbicara pada pelayan toko, orang tua berada disamping anak, atau ketika mengajak main ke rumah temannya, orang tua tetap berada di rumah temannya itu. Anak bisa dibiarkan melakukan aktivitas seorang diri, jika rasa percaya dirinya sudah berkembang.

Dalam Islam seorang muslim memang harus mempunyai sifat malu namun bukan pamalu. Malu menampakkan aurat bagi wanita dewasa, malu berbuat maksiat atau dosa dan sebagainya. Sebaliknya seorang muslim dituntut untuk memiliki sifat pemberani yakni  berani menegakkan kebenaran (amar ma’ruf) dan mencegah kemunkaran (nahi munkar). Semoga bermanfaat. [ ]

 

*Penulis adalah praktisi parenting, konsultan dan penulis buku.

dr zule 2

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment