Jamaah Tabligh dan Khuruj, Apakah Menyimpang?

jamaah khuruz

Pak ustadz Aam, mohon penjelasannya tentang jama’ah tabligh yang suka khuruj. Apakah ada dalam ajaran Islam? Bolehkah kita bermakmum kepada jama’ah tersebut?

 

Dalam jama’ah tabligh, mereka mempunyai konsep khuruj. Khuruj artinya keluar rumah, dari kata kharaja’ yang artinya keluar. Istilah khuruj dapat diartikan keluar untuk melaksanakan dakwah yang mereka lakukan dari rumah ke rumah.

alquran muasir

Setiap umat Islam, mereka mempunyai cara pandang atau cara berdakwah yang berbeda-beda. Ada saudara-saudara kita yang cara berdakwahnya seperti jama’ah tabligh yaitu khuruj. Ada juga cara dakwahnya seperti Muhammadiyah dengan membuka bidang-bidang sosial, sehingga Muhammadiyah ini paling banyak memiliki rumah sakit, universitas, dan sekolah.

Hal ini sebagai bukti bahwa Muhammadiyah cara dakwahnya melalui penekanan pada bidang sosial dan ekonomi. Lalu, NU lebih menekankan cara dakwahnya pada pendidikan pesantren sehingga NU paling banyak memiliki pesantren. Sementara itu, Persis bidang dakwahnya lebih menekankan pada pembersihan ajaran Islam dari syirik, khurafat dan tahayul.

[irp posts=”6117" name=”Waspadai Aliran Sesat, Ini Dia Ciri-Cirinya”]

kalender

Setiap kelompok punya stressing, termasuk di antaranya jama’ah tabligh, mereka penekanan dakwahnya dengan cara berdakwah dari rumah ke rumah, atau dengan cara ia berdiam diri di mesjid. Apakah itu sebuah penyimpangan? Dalam batas-batas tertentu kita tidak menyebutnya sebagai penyimpangan. Itu dapat disebut sebagai salah satu metode dalam berdakwah.

Baru bisa disebut penyimpangan ketika ada jama’ah tabligh yang meninggalkan pekerjaannya, tidak mengutamakan untuk mengurus anak istrinya untuk mengutamakan huruj. Nah, ini baru disebut penyimpangan. Kenapa? Karena orang yang beriman itu, ia harus tanggung jawab untuk menafkahi anak istrinya.

[i[irp posts=”1289" name=”Bagaimana Cara Mendeteksi Pengajian Menyimpang?”]p>

Kalau ada saudara-saudara kita dari jama’ah tabligh akan khuruj akan berdakwah lalu dia tinggalkan rezeki untuk sekolah anak dan biaya rumah tangga, pokoknya kebutuhan rumah tangga ia penuhi, maka ketika ia khuruj ia tentu saja tidak melakukan penyimpangan.

Misalkan, dalam satu bulan, seminggu ia pergi untuk berdakwah dan sisanya ia gunakan untuk mencari nafkah. Ini tidak bermasalah. Tapi, yang bermasalah….

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

2 Komentar Artikel “Jamaah Tabligh dan Khuruj, Apakah Menyimpang?

  1. Klo Persis menekankan pada pembersihan Islam dibenak saya timbul pertanyaan apakah selama ini ajaran Islam dri para ulama & Kiayi diluar Persis kurang bersih ? mohon penjelasan syukron

  2. Eddien ElHaq

    Bkn pembersihan ajaran Islam. tp menekankan pada pembersihan ajaran Islam dari syirik, khurafat dan tahayul. jd diteruskan pa kata nya jgn setengah2 bacanya. syukron..

Leave a Comment