Dahulukan Aqiqah atau Qurban?

kurban, kambing

Pa Ustadz Aam, apabila kita belum beraqiqah, apa yang seharusnya didahulukan? Aqiqah atau qurban? Terima kasih… 

 
Aqiqah itu ibadah yang terikat oleh waktu.  Kata Nabi, “Apabila anak itu lahir maka di hari ketujuh beri nama dengan resmi, digunduli, dan disembelih aqiqahnya”. Jadi menurut hadist sahih, aqiqah itu terikat oleh waktu di hari ketujuh.

alquran muasir

Apabila ada orang yang mengatakan aqiqah di usia 40 tahun, aqiqah di usia 50 tahun itu sebenarnya bukan aqiqah, tetapi sedekah biasa saja. Oleh sebab itu, sekiranya orang itu dulu tidak aqiqah, ya sudah gugur kewajibannya karena sudah lewat waktu. Artinya, kalau sekarang sudah 40 tahun 30 tahun, ya sudah lewat kewajiban untuk aqiqahnya.

[irp posts=”1434" name=”Bolehkah Meng-Aqiqah-kan Diri Sendiri ketika Sudah Dewasa?”]

Kalau ada orang yang ngotot ingin aqiqah. Sebenarnya itu bukan aqiqah, itu hanya sedekah biasa saja. Jadi, statusnya sedekah, oleh sebab itu saat ibadah qurban walaupun dulu ketika kecil kita tidak diaqiqahi oleh orangtua kita. Mereka tidak aqiqah bisa karena tidak mengerti, atau belum mengerti tentang keharusan aqiqah, bisa juga karena memang orangtua kita tidak punya rezeki untuk beraqiqah.

kalender

Apapapun alasannya, kalau kita sekarang sudah dewasa dan mampu untuk berqurban, maka niatnya cukup berqurban saja. Jangan diniatkan untuk aqiqah karena aqiqah itu terikat oleh waktu, jadi niatkan saja untuk berqurban.

Biasanya panitia yang tidak mengerti masih bertanya begini, “Ini Ibu pernah aqiqah belum? Ibu menjawab, “belum”. “Ya udah saya sekarang masukkan ini aqiqah Ibu ya”, kata panitia tersebut. Padahal pada saat itu si Ibu sudah berusia 47 tahun.

[i[irp posts=”8161" name=”Berkurban untuk Laksanakan Niat Orangtua yang Sudah Meninggal”]p>

Ini kekeliruan yang sering terjadi dalam masyarakat kita. Ingat, aqiqah itu terikat oleh waktu pelaksanaannya. Oleh karena itu, bila kita ada rezeki dan belum diaqiqahi oleh orangtua, maka niatnya cukup berqurban saja. Tapi kalau ada yang ngotot ingin aqiqah, maka kategorinya hanya sebagai sedekah biasa. Waallahu alam.

 

*  Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email aam@percikaniman.org atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

4 Komentar Artikel “Dahulukan Aqiqah atau Qurban?

  1. Parifd

    P ustad. Apabila aqiqah tidak bisa dilaksanakan sampai ketika kita mampu ber aqiqah maka selama hidupnya yang bersangkutan tidak melaksankan kewajibannya ber aqiqah. Sedangkan aqiqah itu adalah pengganti dari ruh yang ditiupkan ketubuh manusia itu sendiri p ustad! Berarti manusia itu punya kewajiban yang belum dilaksanakan padahal banyak kesempatan dia untuk ber aqiqah selama hidupnya. Apabila diganti menjadi sedekah kewajiban aqiqahnya gugur, karena tidak ada niat ber aqiqah. Sama dengan kita hadas besar tanpa niat. Hadasnya gugur jadinya seperti mandi biasa. Gimana p ustad?

    1. Burhan

      Yang punya kewajiban aqiqah itu orang tua kita, bukan kita, JD apabila ada halangan atau sebab lain , kewajiban aqiqah itu gugur dgn sendiri nya,

  2. pa ustadz, kl anak usia 2 thn masih bisa di aqiqahi tidak?

  3. iwa qoswa

    وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ ™الْهَدْيِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ™الْهَدْيُ مَحِلَّهُ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ ۚ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ ™الْهَدْيِ ۚ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذَٰلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
    [سورة البقرة 196]

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا ™الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
    [سورة المائدة 2]

Leave a Comment