Haruskah Mencantumkan Gelar Haji?

haji

Pak Aam, apakah gelar haji merupakan sebuah keharusan untuk orang yang sudah berhaji?

 
Gelar haji itu bersifat kultural. Kultural artinya budaya. Apabila melihat dari Nabi Muhammad, beliau tidak menggunakan gelar haji. Apakah ada yang menyebut beliau Haji Muhammad? Haji Abu Bakar? Haji Umar? Haji Ustman? Atau Haji Ali? Yang kita ketahui, umat muslim memanggilnya dengan sebutan seperti sahabat Umar radiallahuanhu, sahabat Ali radiallahuanhu. Kita tidak pernah menyebut sahabat-sahabat Nabi ini dengan gelar haji. Padahal mereka hajinya bersama dengan Rasulullah.

alquran muasir

Panggilan haji ini benar-benar bersifat kultural, budaya yang berkembang di masyarakat Indonesia. Sehingga dapat dikatakan bahwa haji itu merupakan gelar budaya. Sebenarnya, panggilan haji itu boleh dipakai boleh tidak.

Ada orang yang sudah berhaji, dia mencatumkan nama haji sebagai ‘pagar’ baginya sehingga setelah wukuf di Arafah dia langsung telpon sekretarisnya.

“Ani, alhamdulllah Bapak sudah selesai hajinya, silakan seluruh kartu nama Bapak yang lama itu hancurkan! Buat yang baru menggunakan gelar haji. Bapak sekarang sudah haji nih”.

kalender

[irp posts=”3274" name=”Wajib Berhaji Hanya Sekali, Yang Kedua Sunnah, Benarkah?”]

Kemudian, sepulangnya dari haji ada yang bertanya, “Pak Somad kenapa itu hajinya sampai dipasang di kartu nama begitu? Pak Somad langsung menjawab, “Eh, ini adalah ‘pagar’ supaya Bapak merasa malu kalau berbuat hal-hal yang tidak layak. Selalu ingat kalau Bapak ini sudah haji”.

Berarti Pak Somad mencantumkan gelar haji ini supaya jadi peringatan agar dia tidak terjerumus pada hal-hal buruk. Akan tidak enak didengar kalau ada yang bertanya, “mana Pak Haji? Lalu dijawab, “itu lagi ke diskotik”. Ini akan menjadi sesuatu yang sangat memalukan.

[i[irp posts=”3490" name=”Bolehkah Haji Dari Uang Pinjaman?”]p>

Akhirnya, ada orang yang mencantumkan gelar haji dengan tujuannya, niatnya, i’tikadnya ingin menjadi ‘pagar’. Ingin selalu ingat bahwa ia sudah haji yang tidak mungkin perilakunya tidak mencerminkan seorang haji. Akan tetapi, kalau orang mencantumkan gelar haji ini untuk sebuah kesombongan, maka itu haram.

Misalnya, agar semua orang tahu ia sudah haji, biar semua orang menghormati ia bahwa ia sudah haji sehingga ia mencantumkan gelar haji itu sebagai bagian dari kesombongan. “Am, kenapa itu hajinya dicantumkan?” Lalu jawabannya, “supaya orang-orang tahu bahwa saya itu sudah haji. Tetangga yang kanan sudah haji, tetangga yang kiri sudah haji juga. Biar mereka juga tahu saya pun sudah haji”. Ia mencatumkan gelar haji untuk kesombongan, jelas ini hukumnya haram.

Tetapi, kalau orang mencantumkan haji sebagai bentuk peringatan bagi dirinya bahwa dia harus lebih soleh karena sudah berhaji ini lebih bagus. Jadi, kalau Anda ingin menggunakan gelar haji silakan, tidak pun tidak apa-apa.

Wajar ditanyakan begini karena di masyarakat terdapat orang yang sudah berhaji apabila tidak dipanggil Pak Haji dia akan marah. Dengan demikian ini hanya dari niatnya saja, yang penting luruskan hati. Dipanggil haji atau mencantumkan gelar haji ini untuk menjadi peringatan bagi dirinya agar berperilaku sebagai seorang yang sudah berhaji. Jangan sampai orang pulang haji malah semakin parah kelakuannya dari sebelum berangkat haji.
* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email aam@percikaniman.org atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

[irp[irp posts=”2019" name=”Mengapa Kita Harus Berhaji? Ini Keutamaannya”]

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Komentar Artikel “Haruskah Mencantumkan Gelar Haji?

  1. denny

    Sesuai info dr org tua pada jaman dahulu org yg bisa naik haji adalah tokoh masyarakat dan meruoakan org yg pendapatnya didengar dan diikuti oleh masyarakat di sekitar kampung org yg bisa naik haji tsb. Sehingga menurut VOC orang irang yg bisa naik haji adalah org yg diduga berpotensi u menjadi pemberontak, sehingga sejak voc u mempermudah mendapatkan informasi org yg bisa naik haji maka dibuatlah dan di propagandakan org yg naik haji di beri gelar haji, biar lebih mudah voc menindak secara dini bilamana terdapat pemberontakan.. walahuallambissawab.

Leave a Comment