Cara Menasihati Orangtua agar Lekas Berhaji

kabah

Bagaimana cara menasihati orangtua yang sebenarnya sudah mampu berhaji tapi masih enggan melaksanakannya dan bahkan lebih memilih menggunakan uang yang dimilikinya untuk membeli mobil baru?

 

 

Sebelumnya, kita harus memahami terlebih dahulu mengenai yang dimaksud dengan istitha‘ah (mampu) yang menjadi syarat datangnya kewajiban haji. Dan, ketika istitha‘ah itu betul-betul sudah ada, apa yang harus segera dilakukan dan apa akibat dari melalaikan kewajiban haji yang sudah saatnya.

promoawaltahun

[irp posts=”7597" name=”Suhu Panas Menyengat Bakal Persulit Musim Haji Tahun Ini”]

Istitha‘ah dalam haji dimaknai lengkap oleh para ulama, bukan hanya pada masalah finansial, namun juga masalah kekuatan fisik, kendaraan, bekal, keamanan dalam perjalanan, dan keseluruhan aspek pendukungnya. Jika keseluruhan sarana itu sudah ada, termasuk finansial, maka yang harus segera dilakukan adalah memproses persyaratan untuk keberangkatan haji.

[i[irp posts=”10114" name=”Kloter Pertama Haji Berangkat 9 Agustus”]p>

kalender

Menunda berhaji bagi yang telah mampu melaksanakannya tentu saja menyalahi perintah agama dan bisa berakibat dosa dan hilangnya keberkahan harta yang dimiliki. Kecuali, jika penundaan tersebut karena dana yang ada digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar, misalnya pembelian mobil karena menunjang usaha yang memang tengah dirintis atau ada kepentingan bersama yang bisa dirasakan manfaatnya. Maka, sepanjang tetap pada niatan haji yang kuat, insya Allah hal tersebut tidak menjadi masalah.

***

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email aam@percikaniman.org atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment