Gelar Dikusi Publik, JITU Ajak Masyarakat Cerdas Dalam Menerima Informasi

1

PERCIKANIMAN.ID – – Apa yang terjadi atas upaya kudeta di Turki tempo hari tak lepas dari “campur tangan” barat terhadap pemerintahan yang sah. Begitu juga dengan aksi tengah malam yang menghebohkan dunia tersebut tak lepas dari persoalan politik antara kepentingan Islam secara global dengan upaya sekulerisme.

Demikian disampaikan Pengamat Politik Internasional Arya Sandhiyudha,Ph.D dalam diskusi bertajuk ‘Kudeta Turki dalam Bingkai Media’ bertempat di Gedung Wakaf99, Jl. Sidomukti no 99 H Bandung, Ahad (7/8/2016). Ia menambahkan reaksi dingin barat terhadap upaya kudeta yang gagal tersebut juga menunjukan sikap ganda barat dalam memahami demokrasi khususnya di Turki dan umum di negara-negara  muslim.

alquran muasir

“Tidak ada kecaman terhadap kudeta yang gagal menunjukan hal tersebut. Padahal proses terpilihnya Erdogan sangat demokratis,”imbuh alumni Fatih University Turki ini.

Sementara itu Pengamat Media Maimon Herawati,M.Litt melihat fenomena menarik khususnya di dunia maya masyarakat Indonesia atas percobaan kudeta tersebut. Meski kejadiannya jauh diluar sana namun kehebohannya sangat terasa di negeri muslim terbesar ini.

“Masyarakat kita sepertinya terbawa dalam emosi dimana ada yang pro namun tak sedikit yang kontra kudeta,”ujarnya.

kalender

Menurut pengajar di Universitas Padjajaran ini sikap masyarakat khususnya di Indonesia tersebut salah satunya dipengaruhi oleh pemberitaan media yang sangat gencar. Dalam pengamatan Maimon, beberapa media juga terjebak dalam pusaran kepentingan yang tidak jelas sesaat. Padahal, sambungnya, media seharusnya memberikan informasi saja secara jujur tanpa bermain opini atau agenda seting.

“Ya bisa dilihat mana media yang “pro” kudeta dan mana yang lebih membela Islam dan kepentigan kaum muslimin,”ujarnya sambil memberikan contoh.

Khusus untuk media Islam atau berbasis pembaca kaum muslimin, Maimon menilai dalam pemberitaan peristiwa kudeka Turki tersebut masih jernih dan jujur serta berimbang dalam menyampaikan informasi. Ia berharap media Islam tidak terjebak dalam “pertarungan” mendulang pembaca dengan menjual informasi yang bombastis dan cenderung mengelabuhi pembaca.

“Janganlah, kan media Islam juga bagian dari dakwah sehingga aspek amar ma’ruf nahi munkar juga harus tetap ada meskipun hanya sekedar dalam pemberitaan,”himbaunya.

Ada media yang salah dalam menerjemahkan berita . . . . . .

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment