Kisah Ibu Yang Rasakan Mujizat Shaum Sunat

Tidak ada satu amal ibadah pun yang tidak ditentukan dan dibataskan ganjaran pahalanya selain dari ibadah shaum. Sungguh tepat jika hamba Allah swt. mengetahui bahwa ganjaran pahala ibadah shaum tidak ditetapkan dengan suatu jumlah dan tidak pula dihadkan dengan suatu had tertentu. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,

Segala amal kebaikan anak Adam itu dilipat-gandakan pahalanya menjadi sepuluh hingga 700 kali lipat. Allah swt berfirman: “Kecuali shaum, sesungguhnya shaum itu adalah untuk-Ku dan Aku memberikan pahala kepadanya, karena dia (orang yang bershaum) telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya karena Aku.” (H.R. Muslim)

Dalam hadits lain diterangkan bahwa shaum memiliki ganjaran pahala surga. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang disebut Ar-Rayyan yang mana pada hari Kiamat orang-orang yang bershaum masuk daripadanya (dan) tidak seorang pun selain mereka memasukinya. Dikatakan: “Di manakah orang-orang yang bershaum?” Maka mereka pun berdiri (untuk memasukinya), tidak ada seorang pun selain mereka yang memasukinya. Apabila mereka telah masuk maka pintu itu ditutup sehingga tidak ada seorangpun yang masuk dari padanya.” (H.R. Bukhari)

Shaum merupakan suatu ibadah yang sangat menuntut adanya pengendalian diri terhadap hawa nafsu baik dari lapar, dahaga, syahwat, maupun pengendalian panca indera dari perbuatan-perbuatan dosa. Dengan kata lain, shaum dapat menjadikan seorang hamba memiliki perangai yang sabar, hasan dan mendidik pribadi beriman teguh menuju ketaqwaan kepada-Nya. Mujizat shaum sunat juga dijelaskan dalam hadits Rasulullah Saw., “Barang siapa yang bershaum sehari pada jalan Allah swt. niscaya Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka (sejauh perjalanan) 70 tahun.“ (H.R. Bukhari)

Seorang hamba yang senantiasa mengharap kebaikan dunia dan akhirat pasti memandang amalan shaum sunat sebagai ibadah yang tidak pernah dilupakan. Allah Ta’ala berfirman:

Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baiknya makhluk.” (Q.S. Al-Bayyinah [98]: 5).

Mujizat shaum sunat hanya dapat diraih dengan kesungguhan hati untuk membuktikan ketaatan kepada-Nya, merendahkan diri dan bertawakal kepada-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, bersabar menjalani kehidupan yang dijalani dan bersyukur  atas segala karunia nikmat-Nya. Wallahu’alam. [ ]

Red: ahmad

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

(Visited 582 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment