Kisah Ibu Yang Rasakan Mujizat Shaum Sunat

300a

PERCIKANIMAN.ID – -Mengenal mujizat shaum sunat sangat penting agar kita bisa melaksanakannya dengan penuh pengharapan kepada-Nya. Mengetahui mujizat shaum sunat menjadi faktor utama untuk memotivasi ketaatan diri kepada-Nya. Memahami mujizat shaum sunat dapat menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan agar kita bisa istiqamah dalam melaksanakannya.

Bagi seseorang yang meyakini bahwa Allah Swt. adalah Maha Penyembuh, shaum (puasa) sunat selain sebagai ibadah langsung kepada Allah Swt juga menjadi salah satu cara penyembuhan atau terapi. Seperti yang dialami ibu mertua H. Badawi, yang hidupnya hanya mengkonsumsi obat dari dokter karena menderita tekanan darah tinggi. Puluhan tahun ia harus mengalami dan melawan penyakitnya itu. Namun setalah tiga bulan dia melaksanakan shaum Daud, darah tinggi drastis menurun, bahkan dinyatakan dokter sudah menurun. Maka dia memutuskan untuk mengganti shaum sunatnya dengan shaum Senin-Kamis, dan hanya dalam waktu hitungan beberapa minggu saja tekanan darahnya menjadi normal.

alquran muasir

Boleh jadi kisah nyata ini merupakan salah satu dari sekian kisah yang membuktikan bahwa mujizat shaum sunat tidak hanya sebagai pendatang berkah, baik sebagai rezeki, kesehatan, keselamatan, keimanan dan ketaqwaan, atau pun berkah yang akan didapat di akerahat nanti. Shaum sunat yang dilaksanakan dengan ikhlas dan diniatkan hanya karena Allah swt. akan menghadirkan limpahan berkah dan rahmat-Nya kepada mereka yang istiqamah mengamalkannya. Inilah rasa syukur yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan, serta tidak ada kebahagiaan yang sesungguhnya selain meraih ganjaran pahala yang telah dijanjikan-Nya.

Sungguhpun begitu, tujuan mulia mengamalkan ibadah shaum sunat sejatinya seorang hamba kepada Allah Swt. mengetahui juga bahwa tujuan hidup di dunia ini semata-mata hanyalah beribadah kepada-Nya. Sebagaimana dalam ketetapan Allah swt, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku” (Q.S. Adz-Dzaariyat [51]: 56).

Allah menginginkan agar hamba-Nya menyempurnakan segala amalannya dengan melaksanakan ibadah yang bersifat sunat, dengan senantiasa bertawakal sebagai jalan mendidik diri dan membina hati. Salah satunya mengamalkan ibadah shaum sunat yang di mata Rasulullah Saw. sebagai ibadah yang memiliki keistimewaan agung setelah shaum ramadhan. Dari Thalhah bin Ubaid ra bahwa seseorang datang kepada Rasulullah saw. dan bertanya,

kalender

Ya Rasulullah saw. katakan padaku apa yang Allah wajibkan kepadaku tentang shaum?” Beliau menjawab,”Shaum Ramadhan”. “Apakah ada lagi selain itu?”. Beliau menjawab, “Tidak, kecuali shaum sunat.”(HR. Bukhari).

Bila shaum wajib sebagai ibadah yang mendatangkan limpahan pahala, maka shaum sunat adalah pelengkap (penyempurna) segala pahala itu.  Perbedaan shaum sunat dengan shaum fardhu salah satunya adalah orang yang melaksanakan shaum sunat boleh menyudahi shaumnya tanpa harus menyempurnakannya (mengqadhanya), jika ada hal yang memberatkan seperti harus melayani tamu yang merasa keberatan jika dijamu makan sendirian. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah Saw,

Orang yang dalam bershaum sunat itu adalah raja bagi dirinya, jika dia mau dia bershaum dan jika dia mau dia berbuka.” (H.R. Ahmad).

Namun, jika tidak ada yang hal yang memberatkannya untuk meneruskan shaum sunatnya maka menjadi makruh hukumnya untuk memutuskan shaum sunatnya yang sedang dijalani. Hikmah dibalik ibadah sunah khususnya puasa (shaum) . . . . . .

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment