Bersyukurlah Kita Menjadi Dekat Karena Tangisan

189

PERCIKANIMAN.ID – – Menangis berarti ‘to shed tears as an expression of emotion’, mencucurkan air mata sebagai ekspresi emosi. Emosi yang menimbulkan tangisan itu tidak selalu dalam bentuk kesedihan. Bisa jadi orang menangis karena justru dia sedang bahagia. Misalnya seorang ibu menangis saat anaknya telah lulus dari perguruan tinggi dan diwisuda sebagai lulusan terbaik. Tangisan itu adalah tangis kebahagiaan.

Ketika seorang bayi lahir ke dunia dan menangis dengan sekuat tenaga, ada yang menafsirkan bahwa tangisan itu adalah bentuk kemarahan bayi karena dipindahkan dari rongga rahim yang aman dan hangat ke dunia yang dingin dan asing. Ada pula yang menafsirkan bahwa tangisan terjadi karena bayi mengalami sesuatu kejadian yang sangat traumatik, yaitu memasuki dunia yang teramat besar, gaduh dan bising. Dan ada pula yang menafsirkan bahwa tangisan itu merupakan wujud kebahagiaannya memasuki alam yang baru. Demikainlah, tangisan bisa mengandung berbagai macam arti dan penafsiran.

alquran muasir

Di dalam buku “Apa Arti Tangisan Anda” yang ditulis oleh Drs. Abdul Mudjib, M.Ag., dijelaskan bahwa tangisan dapat ditinjau dari beberapa sudut pandang. Dilihat dari konstitusi manusia, tangisan terdiri atas dua macam yaitu tangisan yang disebabkan oleh organ-oragan fisik, misalnya menangis karena ada bagian tubuh yang luka sehingga terasa sakit atau nyeri dan tangisan karena pengaruh psikis, seperti ketika hati merasa haru, jengkel, sedih, kecewa, dan sebagainya.

Adapun dilihat dari fungsi-fungsi psikologisnya tangisan juga terdiri atas dua macam, yaitu tangisan yang bernilai terapi atau penyembuhan, misalnya seorang anak yang datang menangis kepada ibunya karena bertengkar dengan kawan bermainnya dan tangisan yang bernilai patologis atau penyakit, seperti tangisan histeris akibat depresi atau kecemasan yang luar biasa dan tanpa alasan yang jelas.

Dari nilai spiritualitasnya, tangisan juga ada dua macam.

kalender

Pertama, tangisan yang memiliki arti ibadah, yang di dalamnya terselip niatan yang tulus ikhlas dalam mencapai kedekatan kepada Allah swt. tangisan seperti ini misalnya berupa tangisan penyesalan, tangisan pengaduan, tangis munajat, dan sebagainya.

Kedua, tangisan sia-sia yang tidak memiliki nilai ibadah karena tangisan ini hanya merupakan luapan emosi manusiawi tanpa ada motif-motif spiritual.

Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.” (Q.S. An-Najm 53: 43). “Katakanlah, ‘Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Maka katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?’” (Q.S. Yunus 10: 31)

Dewasa ini, orang membayar mahal untuk sesuatu yang bisa membuatnya tertawa . . . .  .

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment