Jual Beli Secara Kredit Apakah Termasuk Riba?

uang

Ustadz Aam yang saya hormati, Apakah benar menjual atau membeli barang secara kredit termasuk ke dalam riba?

 

 

Untuk menentukan apakah jual beli secara kredit itu termasuk riba atau bukan, kita perlu mencari tahu apakah definisi riba itu. Para ahli mendefinisikan bahwa riba adalah penambahan harga dari harga pokok karena ada jeda waktu. Misalnya kita membeli sepatu.

alquran muasir

Kalau secara tunai Rp 100.000; tetapi kalau secara kredit selama 2 bulan harganya menjadi Rp. 120.000. Dalam kasus ini, kita melihat adanya tambahan harga dari harga pokok karena ada jeda waktu pembayaran. Maka secara definitif ini termasuk riba. Namun, kalau antara tunai dan kredit itu harganya tetap Rp 100.000, kredit seperti ini tidak mengandung riba.

Secara tegas Allah Swt. telah mengharamkan segala jenis transaksi yang mengandung unsur riba, “…Allah telah menghalalkan jual beli, tetapi mengharamkan riba…” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 275). Peluang terjadinya riba dalam transaksi yang bersifat kredit sangatlah besar, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat berikut.

Dari Usamah bin Zaid r.a., bahwasanya Rasululah Saw. bersabda, “Sesungguhnya riba itu bisa terjadi pada jual beli secara utang (kredit).” ( H.R. Muslim). Dari Usamah bin Zaid r.a., Rasulullah Saw. bersabda, “Riba tidak mungkin terjadi pada jual beli secara tunai.” ( H.R. Muslim).

kalender

Karenanya, selama kita mampu, alangkah baiknya kalau kita membiasakan diri melakukan transaksi secara tunai, kecuali kalau darurat. Contoh kasus darurat misalnya membeli rumah dengan cara kredit, karena secara matematis (setelah memperhitungkan biaya hidup sehari-hari) tidak akan terjangkau jika membeli rumah secara tunai.

Di sini berlaku kaidah ushul fiqih, (Kemadaratan bisa menyebabkan sesuatu yang tidak boleh menjadi boleh) dan dianalogikan juga kepada prinsip Takhfi ifu Tarkhisi, adalah meringankan hukum dengan cara membolehkan sesuatu yang tadinya terlarang karena ada alasan.

Kesimpulannya, kalau kita ingin selamat dari riba, biasakanlah untuk melakukan transaksi jual beli secara tunai. Namun, kalau karena kedaruratan kita tidak bisa jual beli secara tunai, boleh secara kredit. Lakukanlah kredit untuk sesuatu yang benar-benar menjadi kebutuhan pokok. Dalam keadaan demikian, kredit menjadi boleh.

Wallahu A’lam.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah