Waspada, Badal Haji Sering Jadi Modus Penipuan!

kabah

JAKARTA, PERCIKANIMAN.ID – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, banyaknya jemaah haji Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah badal haji kepada kerabat dan keluarganya menjadi momentum tersendiri bagi oknum masyarakat Indonesia yang tinggal di Mekah untuk melakukan penipuan.

Oleh sebab itu, Kementerian Agama RI (Kemenag RI) terus menggodok aturan terkait badal haji. Aturan atau pedoman badal haji ini harus dibuat guna menghindari terjadinya modus penipuan yang merugikan oleh pihak yang bertanggung jawab yang mengaku bisa mem-badal haji.

alquran muasir

Badal haji merupakan ibadah haji yang dilaksanakan oleh seseorang atas nama orang lain yang telah memiliki kewajiban untuk menunaikan ibadah haji. Namun karena orang tersebut uzur (berhalangan) sehingga tidak dapat melaksanakannya sendiri, maka pelaksanaan ibadah tersebut didelegasikan kepada orang lain.

Menurut Lukman , untuk badal haji bagi jemaah yang telah terdaftar sebagai jemaah haji setidaknya ada tiga syarat, yakni jika meninggal dunia, sakit yang tak bisa dipindahkan, dan hilang ingatan atau pikun.

Namun, kata Lukman, saat ini Kemenag masih menggodok beberapa aturan dalam ketentuan mem-badal haji, khususnya di luar tiga syarat di atas. Aturan tersebut di antaranya bagaimana situasi badal haji, kondisi seperti apa yang menjadikan seseorang dibadal haji, siapa yang berwenang membadal haji dan yang pantas membadal haji, serta tata cara badal haji.

kalender

“Menurut saya penting, agar masyarakat mengetahui supaya mereka tidak menjadi korban penipuan dan pemerasan atau praktik-praktik yang ingin mencari keutungan materiil dalam badal haji,” kata Lukman saat ditemui wartawan di acara Muzakaroh Perhajian Nasional dengan tema Dinamika Pelaksanaan Badal Haji di Indonesia di salah satu hotel di kawasan Tugu Tani, Jakarta, Senin, (1/8/ 2016) kemarin

Lukman tak menampik ada orang yang mengiming-imingi bisa membadalhajikan orangtua yang sudah meninggal, atau siapa pun familinya dengan syarat menyediakan biaya yang telah disepakati.

Rata-rata, mereka yang mengaku berwenang mem-badal haji merupakan orang yang telah lama tinggal di sejumlah kota di Arab Saudi, mulai dari Mekkah, Madinah, Jeddah, dan kota lainnya.

Soal tarif jasa badal haji, Lukman mengatakan, ketentuannya dilakukan tanpa campur tangan pemerintah. Bahkan nilainya sangat beragam, mulai dari 1.500-2.500 Riyal, tergantung fasilitas yang ditawarkan dan kesepakatan antara dua belah pihak.

“Padahal kita tidak tahu yang bersangkutan bisa membadalkan haji atau tidak. Oleh karena itu, masyarakat perlu kehati-hatian, dan perlu wawasan yang cukup, bagaimana badal haji,” katanya.

Sumber : Vivanews

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment