3 Golongan Manusia Ketika Allah Menghisab di Akhirat

awan

Sebagai seorang muslim kita harus meyakini bahwa hari akhir adalah sesuatu hari yang pasti datangnya. Hari akhir atau juga biasa disebut dengan hari kiamat menjadi hari berakhirnya fase kehidupan manusia dan alam semesta. Namun juga menjadi awal bagi kehidupan selanjut setelah mengalami kematian dan Allah Swt mengkitkan-Nya kembali. Pada hari kiamat ini semua akan sibuk dengan urusan masing-masing untuk dipertanggung jawabkan dihadapan Rabb-nya. Seperti yang telah Allah firmankan:

“Hai, manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari Kiamat. Pada hari itu, seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah kamu teperdaya kehidupan dunia dan jangan teperdaya oleh penipu yang menjauhkanmu dari Allah” ( QS.Luqman:33)

alquran muasir

Sebelum manusia memasuki kehidupan berikutnya,bahagia dengan masuk surga atau celaka karena masuk neraka, semua akan menjalani hari perhitungan (yaumul hisab). Pada hari ini semua amal berbuatan selama hidup akan dihitung dengan amat sangat teliti,tidak ada amal sekecil apa pun yang luput dari perhitungan karena Allah Swt sendiri yang menjadi hakim dengan mengadili seadil-adilnya. Semua akan mendapat balasan sesuai amal tanpa ada yang dirugikan. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an:

“Takutlah pada hari ketika kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian, setiap orang diberi balasan yang akurat sesuai dengan amal perbuatannya. Mereka tidak dirugikan.” (QS.Al-Baqarah:281)

Pada saat itu semua manusia sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri namun ada kelompok manusia yang dimuliakan oleh Allah Swt yakni orang-orang yang masuk surga tanpa hisab. Seperti yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa

kalender

Nabi Saw menyebutkan, Allah memberitahukan kepadanya bahwa pada hari kiamat, ada sekitar 70 ribu orang dari kalangan umatnya yang masuk surga tanpa hisab. Setiap satu orang membawa 1000 orang. Dalam riwayat lain disebutkan, setiap satu orang membawa 70 ribu orang dan tiga hatsiyat Allah semesta alam. Ketika ditanya mengenai ciri-ciri mereka, beliau menjawab, “Mereka tidak menghambakan diri dan tidak mau juga diperbudak, mereka tidak percaya pada pertanda-pertanda sial dan hanya kepada Tuhan mereka sajalah meraka bertawakal.” (HR.Muslim)

Abu Hamid Ghazali berkata, “Mereka yang masuk surga tanpa hisab, tidak perlu diambilkan neraca ataupun catatan amal perbuatan, memiliki surat semacam surat izin yang bertuliskan,  ‘La ilaha illaLLah Muhammad Rasulullah’. Ini adalah surat izin Fulan bin Fulan. Dosanya telah diampuni, dia akan bahagia selamanya.”

Adapun orang-orang selain mereka, terbagi dalam tiga kelompok adalah sebagai berikut . . . . . .

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment