Dampak Buruk Inkonsistensi Beragama (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 85-86) Bag 2

yahudi1

Oleh  : Dr. H. Aam Amiruddin

Merekalah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat. Maka, tidak akan diringankan azab mereka dan tidak akan ditolong. (QS. Al Baqarah [2] : 86) 

alquran muasir

***

Bukan tanpa sebab tentunya mereka melakukan itu semua. Hawa nafsu dan kemewahan dunia menjadi sumber dari segalanya. Dengan begitu, mereka hanya bersedia melakukan perintah-perintah yang menjamin kepentingan pribadi dan keuntungan materi. Mereka tidak ambil peduli dengan masalah-masalah yang bertautan dengan alam akhirat. Dengan setumpuk dosa dan kesalahan serta segala penyembahan terhadap kepuasan syahwat duniawi, kaum Yahudi telah menutup mata hati mereka.

Sebenarnya, mereka tahu bahwa yang mereka lakukan membawa konsekuensi yang teramat berat. Namun demikian, hawa nafsu yang meliputi diri kaum Yahudi telah membuat mereka berani mempertaruhkan kenikmatan hakiki tiada tara dalam kehidupan akhirat dengan setetes materi duniawi. Janji ilahi yang seharusnya dijunjung tinggi diabaikan begitu saja. Bahkan, dengan sengaja ditukar dalam transaksi jual beli yang tidak seimbang.

kalender

Islam tidak melarang, bahkan melegalkan jual beli yang sah dalam konteks menjaga pemenuhan kebutuan materi antara sesama manusia dalam tatanan kehidupan bersosial. Namun, Islam memberikan rambu-rambu khusus ketika transaksi jual beli itu dilakukan. Dalam banyak ayat, Allah telah mewanti-wanti agar jangan sampai hamba-Nya yang beriman tergiur oleh transaksi terlarang, yaitu menukar barang yang sangat berharga dengan harga yang sangat rendah.

Sekadar bukti, fakta sejarah mengatakan bahwa sebagian dari orang Yahudi (terutama dari kalangan pendeta) sudah terbiasa mendapat aliran dana dari pengikutnya. Mereka ingin agar sumbangan itu terus mengalir tanpa ada gangguan. Mereka khawatir kalau loyalitas pengikut berkurang, bahkan hilang karena beralih mengikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Sebenarnya, mereka yang berpindah mengikuti ajaran Nabi Muhammad hanya mengikuti perintah dalam kitab suci mereka. Akan tetapi, para pendeta yang buta mata hatinya tidak menginginkan hal itu terjadi dan berpura-pura tidak tahu kalau yang dilakukan sebagian pengikutnya adalah jalan kebenaran.

Dengan pengaruh hawa nafsu, para pendeta tersebut berusaha sekuat tenaga agar para pengikutnya yang telah mengikuti ajaran Muhammad kembali pada kelompok mereka atau sekurang-kurangnya mencegah pengikutnya yang lainnya agar tidak mengikuti ajaran yang dibawa Nabi Muhammad Saw. Salah satu usahanya adalah dengan mempolitisasi dan merekayasa kitab suci dengan tujuan agar aliran dana tidak tersendat. Meski sekadar menyelamatkan aliran dana, dengan nekat dan menyengaja mereka mengganti ayat-ayat Taurat, terutama yang berkenaan dengan kedatangan Nabi Muhammad Saw. dengan kalimat-kalimat yang dibuat sendiri oleh mereka.

Untuk itu, di ujung ayat ke-86 Surat Al-Baqarah Allah Swt. mengingatkan bahwa apapun yang mereka lakukan di dunia, tidak akan meringankan adzab (siksa) di akhirat. Di akhirat tidak akan ada yang bisa menolong karena perbuatan mereka telah menyimpang dari kebenaran. Ya, meraka telah mengubah-ubah Kitab Suci (Taurat) dan mengingkari janji bahwa mereka akan melaksanakan semua isi Kitab Taurat.

Akhirul kalam, marilah kita bertransaksi dengan baik dan benar selaras dengan petunjuk yang digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ada tiga transaksi jual beli. Petama, transaksi antara sesama manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidup di dunia dengan alat transaksi berupa mata uang. Ini adalah transaksi yang lumrah. Kedua, transaksi antara hamba dengan Allah dalam pemenuhan kebutuhan ukhrawi dengan alat transaksi keimanan. Ini merupakan transaksi yang diperintahkan dalam Al-Quran. Ketiga, transaksi antara manusia dengan Allah dalam pemenuhan kebutuhan duniaiwi dengan alat transaksi Kitab Allah. Inilah transaksi yang dilaknat Allah.

Sebagai penutup mari sama-sama kita renungi dua ayat berikut ini.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar.” (Q.S. At-Taubah [9]: 111)

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa pun dari Kitab yang telah diturunkan Allah dan menjualnya dengan harga murah, mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya, Allah tidak akan menyapa mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 174)

Sebagai umat Islam, kita hendaknya kembali pada standarisasi keimanan yang telah ditetapkan Allah beserta Rasul-Nya. Mari kita renungkan kembali ayat ke-30 surat Fushilat berikut ini.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan Kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’”

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment