Belajar Cara Memahami Bunyi Komunikasi Tubuh

273

Oleh: Ir.H.Bambang Pranggono.MBA*

Tidak ada yang mereka tunggu kecuali satu bunyi keras yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.” (QS.Yasin:49)

alquran muasir

Ibnu Jarir At-Thabary dalam tafsir Al-Jami’ul Bayan menuliskan bahwa bunyi yang dimaksud dalam ayat diatas adalah suara tiupan terompet pertama dihari kiamat kelak. Pada saat itu manusia sedang dalam kesibukan di pasar dan majelis mereka. Sehingga yang sedang saling memperebutkan sehelai baju terputus oleh bunyi tadi. Namun selain menjadi peringatan akan hari kiamat, ayat tadi mungkin bisa menjadi inspirasi tentang daya penghancur dari bunyi.

Kita ingat pelajaran fisika tentang bunyi biola frekwensi tinggi yang bisa memecahkan kacamata. Atau bunyi derap langkah serdadu yang bisa meruntuhkan jembatan. Tetapi bunyi juga memiliki daya positip. Misalnya teknik penyembuhan melalui musik lembut yang kini dikembangkan menjadi penyembuhan melalui suara bacaan al-Qur’an. Dan yang terbaru adalah teori bahwa organ tubuh manusia sebetulnya saling berkomunikasi melalui bahasa bunyi.

Selama ini sains menetapkan bahwa syaraf tubuh berkomunikasi melalui denyutan listrik. Hal ini dibantah oleh Thomas Heimburg, peneliti biologi dan fisika dari Universitas Copenhagen. Sebab menurut hukum termodinamika, arus listrik seharusnya membangkitkan panas ketika merambat melalui urat syaraf, tetapi terbukti tidak. Maka dia berteori bahwa syaraf-syaraf organ tubuh saling mengkomunikasikan informasi melalui gelombang suara.

kalender

John Beaulieu dari BioSonic menyebutkan bahwa bunyi desing dan dengung ditelinga adalah bunyi dari syaraf yang saling berkomunikasi. Sharry Edwards dari BioAcoustics yakin bahwa bunyi halus ditelinga alah pantulan bunyi komunikasi didalam tubuh. Telinga kita bukan hanya mendengar, tetapi juga bisa memancarkan bunyi keseluruh tubuh seperti gelombang radio.

Hasil pengamatan Edwards menunjukkan bahwa semua aktifitas tubuh, misalnya ketika perut mencerna makanan, akan mengeluarkan gelombang suara yang interaktip. Angka frekwensi suara-suara tadi bisa dikorelasikan terhadap formula biologi dan kimiawi didalam tubuh. Maka kita bisa membaca kondisi tubuh dan melakukan tindakan yang diperlukan.

Ternyata tubuh manusia yang canggih ini memanfaatkan daya bunyi untuk berkomunikasi dan interferensi gelombang suara guna memelihara aktivitas operasionilnya. Salah satu aplikasi temuan ini ialah terapi suara, sonogram, untuk mempercepat penyembuhan patah tulang. Kita mengenal bunyi sejak lama, tetapi rahasianya baru mulai tersingkap sedikit sekali, padahal ayat tentang bunyi dan suara bertaburan dalam al-Qur’an. Wallahu a’lam. [ ]

 

*Penulis adalah pendidik, pegiat dakwah dan penulis buku.

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

 

 

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment