Tips Mengelola Keuangan Keluarga, Dari Sini Memulainya.

uangrupiah-752x440

Oleh: Hesti Kuraesin*

Bagi pasangan yang baru menikah mungkin kebahagiaannya akan sedikit terusik ketika sudah membicarakan masalah keuangan keluarga. Apalagi jika sudah memisahkan diri dari “pondok mertua indah” atau mandiri dengan menempati rumah sendiri (mengontrak/milik pribadi). Meski belum mempunyai buah hati, apalagi jika sudah punya anak maka mengelola keuangan keluarga menjadi keunikan tersendiri.

alquran muasir

Keunikan mengelola keuangan keluarga menjadi menarik dan akan menjadi pengalaman baru bagi setiap orang karena tidak ada pendidikan secara formal yang mengajarkannya baik di sekolah atau lewat training. Sudah menjadi kewajaran dalam hal ini karena tidak semua pasangan rumah tangga mempunyai kepahaman dalam bagaimana cara mengatur keuangan keluarga.

Keahlian dan kemampuan dalam hal ini harus dikuasai sebab masalah keuangan sering menimbulkan masalah di keluarga. Tak jarang permasalahan keuangan dalam rumah tangga kerap memicu perdebatan hingga berakhir dengan terjadi perpisahan. Mengelola keuangan sebagai bagian dari mempersiapkan hari esok baik bagi diri kita maupun anak keturunan. Bukankah Allah Swt telah memperintahkan untuk itu?.

Hai, orang-orang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

kalender

Meski hari esok dalam ayat tersebut diartikan sebagai akhirat namun tidaklah salah jika jika kita maknai juga sebagai masa depan keluarga atau hari tua kita. Nah, sebelum terlambat dan mungkin mumpung belum punya momongan atau mereka masih kecil-kecil ada baiknya tips mengelola keuangan rumah tangga ini diketahui

  1. Diskusikan dengan pasangan

Mendiskusikan dan bersikap terbuka mengenai segala hal yang menyangkut keuangan keluarga dengan pasangan adalah langkah yang baik dan bijaksana. Diskusikan tentang pengeluaran, pemasukan, tabungan, dan lainnya. Harapannya, dengan kesepakatan dan dibuat bersama-sama akan lebih mudah menjalaninya. Masalah keuangan sebagai sumber masalah dalam keluarga pun bisa dihindari sedini mungkin.

  1. Identifikasi kondisi keuangan

Kerap kali masalah keuangan muncul bukan kerena penghasilan yang sedikit, tapi justru karena tidak paham bagaimana mengelolanya.  Ingat, seberapa besar penghasilan akan sulit memenuhi kebutuhan keluarga jika pengelolaannya tidak tepat. Kondisi keuangan yang sehat harus dimulai dengan mengetahui kondisi keuangan lebih dahulu. Dari awal semuanya harus dibicarakan secara jelas, bagaimana kondisi tabungan, seberapa banyak pengeluaran rumah tangga, mulai dari tagihan listrik, telepon, cicilan kpr dan mobil, belanja bulanan, hingga biaya sekolah, periksa dokter, asuransi kesehatan hingga masalah ibadah social lainnya zakat, infaq, sedekah dan lainnya. Dengan memiliki kemampuan melihat kondisi keuangan akan membuat kita lebih bijak dalam membelanjakan uang.

  1. Memilih lembaga keuangan atau investasi yang tepat

Tentu akan bijaksana jika penghasilan keluarga tidak hanya habis untuk kebutuhan dapur dan segala rutinitas harian selama sebulan. Ingat, bahwa kebutuhan bukan hanya untuk hari ini saja melainkan juga untuk masa depan bersama keluarga tercinta. Untuk itu diperlukan adanya tabungan kecil apa pun itu yang penting komitmen sebagai cadangan kebutuhan yang tak terduga yang bisa diambil sewaktu-waktu jika ada kebutuhan mendadak. Selain alasan keamanan, menabung bank juga akan memberi kepraktisan dalam bertransaksi. Kita tidak perlu membawa uang dalam bentuk tunai kemana-mana. Jika harus menyimpang di bank, sebagai seorang muslim tentu akan lebih nyaman jika memilih bank yang menggunakan system syariah (non kovensional).

Menabung atau berinvestasi salah satu tujuannya adalah agar kita tidak berlaku boros dalam membelanjakan penghasilan. Dalam Al-Qur’an juga Allah Swt melarang kita bersifat boros dan menghamburkan harta,

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isra’: 26-27).

  1. Rancang financial jangka panjang

Setiap rumah tangga pasti mempunyai cita-cita yang ingin diwujudkan bersama. Cita-cita keluarga yang berhubungan dengan keuangan seperti  sekolah anak dimana dalam atau luar negeri, memiliki atau merenovasi rumah, liburan keluarga, umroh atau haji hingga punya usaha sendiri setelah pension atau tua dan sebagainya. Dengan memiliki cita-cita jangka panjang, membuat pengelolaan keuangan rumah tangga lebih terarah dan akan memudahkan untuk lebih fokus.

Pengelolaan dan perencanaan keuangan keluarga adalah bagian dari menyiapkan kehidupan yang lebih baik. Dalam ajaran Islam kita juga dituntut untuk menyiapkan masa depan baik untuk diri sendiri maupun generasi berikutnya. Seperti yang diperintah Allah Swt dalam firman-Nya,

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” ( QS.An-Nisa : 09)

Dalam ayat tersebut kita diberi bimbingan bahwa perlunya mempersiapkan kesejahteraan turunan. Jangan sampai ada anak-anak yang mungkin “ditinggal” lebih dulu orangtuanya dalam keadaan lemah kesejahteraannya (material). Ayat ini juga bisa kita pahami berkaitan dengan masalah tanggung jawab orangtua bukan hanya bersifat materi, tapi juga immateri seperti pendidikan dan pembinaan taqwa. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam. [ ]

 

*Penulis adalah ibu rumah tangga dan menyukai dunia anak-anak

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment